Mau Lepas dari Middle Income Trap? Perbaiki SDM

Middle income trap adalah kegagalan suatu negara untuk naik kelas dari pendapatan menengah-bawah (lower-middle income) ke menengah-atas (upper-middle income). Kondisi ini banyak terjadi pada negara yang tak mampu berpindah dari berpendapatan menengah ke pendapatan tinggi.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  14:53 WIB
Mau Lepas dari Middle Income Trap? Perbaiki SDM
Sejumlah pencari kerja mengamati pengumuman lowongan kerja saat kegiatan bursa kerja di kawasan Lumintang, Denpasar, Bali, Selasa (9/7/2019). - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bisnis.com, NUSA DUA – Indonesia dirasa perlu untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) serta meningkatkan kapabilitas teknologi dalam rangka meningkatkan produktivitas.

Di tengah era bonus demografi, produktivitas perlu ditingkatkan dalam rangka mencegah timbulnya jebakan kelas menengah atau middle income trap. Dalam jangka menengah dan panjang, Indonesia perlu tumbuh di angka 6 persen -7 persen agar bisa terlepas dari middle income trap tersebut.

Middle income trap adalah kegagalan suatu negara untuk naik kelas dari pendapatan menengah-bawah (lower-middle income) ke menengah-atas (upper-middle income). Kondisi ini banyak terjadi pada negara yang tak mampu berpindah dari berpendapatan menengah ke pendapatan tinggi.

Sebabnya, mereka tak mampu lagi bersaing dengan negara berpenghasilan lebih rendah yang bergantung pada sumber daya alam dan murahnya tenaga kerja, namun tak juga mampu bersaing dengan negara maju yang mengandalkan kualitas manusia dan teknologi.

Pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, pembangunan infrastruktur telah menjadi fokus utama dan akan dilanjutkan pada periode kedua sembari memfokuskan kebijakan pada pengembangan SDM.

“Sumber produktivitas yang kedua adalah tenaga kerja. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa untuk lima tahun berikutnya, Presiden menginginkan perbaikan yang sangat signifikan di dalam kualitas SDM,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam pada The 9th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED), Kamis (5/12/2019).

Pada tahun 2036, Indonesia diproyeksikan akan terbebas dari middle income trap dengan memanfaatkannya bonus demografi serta berkembangnya teknologi digital. Meski demikian, transformasi ekonomi dipandang masih stagnan sejak krisis 1998.

Oleh karena itu, diperlukan dua langkah struktural dalam rangka melepaskan Indonesia dari middle income trap yakni dengan mempermudah investasi dan meningkatkan produktivitas.

Saat ini, kualitas SDM serta pasar tenaga kerja di Indonesia masih tergolong kurang baik karena sebagian besar pekerja memiliki latar belakang pendidikan yang rendah dan banyak yang bekerja di sektor informal. Akibatnya, produktivitas dari tenaga kerja pun tergolong rendah.

Perbaikan SDM merupakan suatu langkah transformasi yang besar dan jauh lebih menantang dibandingkan perbaikan infrastruktur yang telah dilaksanakan pada periode pertama.

“Tantangannya adalah mindset dan ini bukan hal yang mudah. Jika kita memutuskan prioritas kita adalah SDM, ini bukan sesuatu yang dapat dilihat jangka pendek. Kita baru akan melihat hasilnya pada 5-10 tahun ke depan,” ujar Suahasil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi, kelas menengah

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top