Libur Natal dan Tahun Baru 2020 : Jalur Darat Jadi Favorit

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setijadi memprediksikan total penumpang bus selama Nataru sebanyak 1,75 juta orang, meningkat 3,55 persen dari sebelumnya pada 2018 sebanyak 1,69 juta orang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  15:02 WIB
Libur Natal dan Tahun Baru 2020 : Jalur Darat Jadi Favorit
Gerbang tol Cikampek Utama - Bisnis/Akhirul Anwar

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan memproyeksikan jalur darat berjaya pada musim puncak Natal 2019 dan Tahun Baru 2020  dengan pertumbuhan bisa mencapai 5  persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setijadi memprediksikan total penumpang bus selama Nataru sebanyak 1,75 juta orang, meningkat 3,55 persen dari sebelumnya pada 2018 sebanyak 1,69 juta orang.

"Sementara itu, total penumpang angkutan SDP di tahun 2019 sebanyak 2,27 juta penumpang, jumlah ini naik sebanyak 6,57 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 2,13 juta penumpang,” katanya dalam keterangan, Selasa (3/12/2019).

Dia menjelaskan pihaknya tengah bersiap menghadapi penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2020 dengan berbagai strategi.

Adapun, strategi tersebut yakni dengan pelaksanaan inspeksi keselamatan untuk seluruh moda transportasi angkutan umum termasuk awaknya.

Selain itu, peningkatan kualitas layanan mulai saat pembelian tiket hingga selama perjalanan pada masa Nataru serta pelayanan angkutan terusannya. Ada  juga, peningkatan ketertiban dan keamanan pada simpul-simpul transportasi, serta menjamin ketersediaan sarana transportasi jalan serta pengawasan terhadap pelayanan sesuai dengan standar pelayanan penumpang.

Dari segi kesiapan sarana, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mencatat tersedia bus antarkota antarprovinsi (AKAP), bus pariwisata, dan antarkota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 50.317 unit atau naik 1,91 persen dari 2018. Untuk Kapal Ro-ro disiapkan sebanyak 228 unit atau naik 5,55 persen dari 2018.

Dari segi prasarana, Kemenhub telah menyiapkan 21 terminal yang tersebar di 12 Provinsi se Indonesia dan 11 lintas pelabuhan penyeberangan.

"Pada intinya untuk menghadapi Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2019 ini kami mempersiapkan aspek prasarana jalan dan angkutan umum, manajemen operasional lalu lintas dan pengendalian kecelakaan lalu lintas, serta pemeriksaan kendaraan bermotor dan pengemudi,” urainya.

Masalah Pasar Tumpah mendapat perhatian khusus karena rawan menimbulkan kemacetan dalam periode Natal dan tahun Baru kali ini. Kemenhub juga berkoordinasi untuk pengendalian pasar tumpah dengan Pemda setempat.

“Juga tentang rekayasa arus lalu lintas akan kami koordinasikan dengan Polri, serta pelayanan pengaturan pintu tol dengan Jasa Marga. pelaksanaan inspeksi angkutan umum termasuk pengemudi pada masa mudik dan balik angkutan Nataru di beberapa terminal dan tempat wisata,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bus akap, Natal dan Tahun Baru

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top