Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pegadaian Raih Penghargaan TOP Digital Implementation

Tidak hanya meraih TOP Leader on Digital Implementation 2019, PT Pegadaian (Persero) juga mendapatkan dua penghargaan dalam kategori TOP Digital Implementation on Financial Service Non Banking Sector 2019 dan TOP Digital On Digital Service For Milennial 2019.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 28 November 2019  |  01:29 WIB
Suasana layanan di kantor pusat Pegadaian, Jakarta - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Suasana layanan di kantor pusat Pegadaian, Jakarta - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com JAKARTA -- Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto meraih penghargaan dalam kategori TOP Leader on Digital Implementation 2019 pada ajang TOP Digital Awards 2019 karena dinilai berhasil mengembangkan digital di era disrupsi. 

Tidak hanya meraih TOP Leader on Digital Implementation 2019, PT Pegadaian  (Persero) juga mendapatkan dua penghargaan dalam kategori TOP Digital Implementation on Financial Service Non Banking Sector 2019 dan TOP Digital On Digital Service For Milennial 2019.

Penghargaan tersebut diselenggarakan Majalah IT Works penghargaan diterima oleh Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Teguh Wahyono di Sultan Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (27/11).

Indikator penilaian pada TOP Digital Awarding 2019 dilakukan berdasarkan jawaban kuesioner dan wawancara penjurian. Keputusan penentuan pemenang dilakukan secara obyektif dan independen oleh Dewan Juri yang kredibel.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto mengatakan penghargaan ini memotivasi perusahaan untuk terus meningkatkan proses transformasi digital dengan meningkatkan inovasi baru di Pegadaian yang saat ini usianya tidak muda lagi (118 tahun).

"Tapi kami optimis dengan transformasi Pegadaian akan terus memimpin pasar, ditengah makin maraknya bisnis gadai swasta," katanya seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (27/11).

Menurut Kuswiyoto, perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi iklim usaha, termasuk perkembangan bisnis keuangan yang terjadi di Pegadaian.

Oleh karena itu, Pegadaian harus segera menyesuaikan dengan berkomitmen terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak akan meninggalkan bisnis inti yaitu, gadai.

“Situasi bisnis berubah. Kami perlu mengembangkan inovasi-inovasi baru. Meski demikian Pegadaian enggak akan meninggalkan core bisnis, tetap gadai. Tetapi Pegadaian juga masuk ke lini bisnis non gadai, misalnya digital landing," lanjutnya. 

Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Teguh Wahyono mengatakan ada dua inovasi yang dijalankan oleh Pegadaian, yaitu digitalisasi produk dan channel layanan.

Inovasi produk yang dijalankan merupakan sistem layanan Pegadaian kepada nasabah, yaitu Gadai Tabungan Emas, Gadai on Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan Rahn Tasjily Tanah. Dari sisi channel, Pegadaian membuka saluran distribusi dengan sistem keagenan.

“Kedua inovasi ini terus dilakukan oleh perusahaan, sehingga menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan yang menarik untuk nasabah maupun partner bisnis perusahaan," ujarnya.

Teguh mengatakan adanya dua inovasi tersebut  kinerja triwulan lll 2019 tumbuh positif. Terlihat dari outstanding loan yang menunjukkan peningkatan sebesar 17%, total aset sebesar 14%, dan laba bersih sebesar 19%.

Aset Pegadaian tercatat mencapai Rp59 triliun, pendapatan usaha mencapai Rp9,8 triliun dan laba bersih Rp2,35 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pegadaian selalu menunjukkan peningkatan.

Bisnis Pegadaian yang direpresentasikan dari penyaluran uang pinjaman tumbuh 17,72 % dibandingkan periode sebelumnya (YoY), angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri pembiayaan pada periode yang sama, tumbuh sebesar 3,53 % dari Rp435,72 triliun menjadi Rp451,11 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penghargaan pegadaian
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top