Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditjen Pajak Kejar Sisa Target Extra Effort Rp15 Triliun

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Irawan mengungkapkan target extra effort dari aktivitas pemeriksaan dan penagihan sebanyak Rp60 triliun dan saat ini telah mencapai 75% atau Rp45 triliun dari target tersebut.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 26 November 2019  |  10:18 WIB
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Selain ekstensifikasi, pemeriksaan dan penagihan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memenuhi target penerimaan pajak tahun ini.

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Irawan mengungkapkan target extra effort dari aktivitas pemeriksaan dan penagihan sebanyak Rp60 triliun dan saat ini telah mencapai 75% atau Rp45 triliun dari target tersebut.

"Targetnya Rp60 triliun, sekarang sudah 75% dari jumlah itu,"kata Irawan di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Sebagai catatan, target penerimaan dari pemeriksaan dan penagihan tahun ini lebih baik dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai Rp56,3 triliun. Jumlah itu juga mencakup Rp16,6 triliun dari proses pencairan piutang pajak atau penagihan.

Irawan menambahkan bahwa saat ini otoritas fokus untuk menindaklanjuti data-data dari pihak ketiga. Data-data tersebut akan dikonfirmasikan kepada WP termasuk mencocokan dengan data yang tertera di dalam surat pemberitahuan.

Namun demikian, menurut Irawan, pihaknya akan melakukan pencocokan data tersebut secara persuasif misalnya jika belum dicantumkan dalam SPT akan diminta melakukan pembetulan.

"Jadi tidak langsung diperiksa," ungkapnya.

Adapun otoritas pajak mengaku telah mengantongi data hasil implementasi pertukaran informasi untuk kepentingan perpajakan yang siap dieksekusi. Jumlah datanya bahkan menurut mereka lebih dari Rp1.300 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top