Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Investasi, AmCham Indonesia Sarankan 4 Langkah Ini

American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia) menyarankan empat langkah struktural bagi Indonesia dalam rangka meningkatkan investasi.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 21 November 2019  |  11:01 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) dan Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan) dan Kartika Wirjoatmodjo (kanan) sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (30/10/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) dan Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan) dan Kartika Wirjoatmodjo (kanan) sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (30/10/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia) menyarankan empat langkah struktural bagi Indonesia dalam rangka meningkatkan investasi.

Pertama, pemerintah perlu melaksanakan konsultasi publik sebelum penerbitan regulasi agar regulasi yang dibuat bisa lebih baik serta meningkatkan kepatuhan.

Kedua, pemerintah perlu membentuk badan khusus yang bertugas untuk menganalisa dampak dari sutu produk hukum. Pembentukan badan tersebut mampu meningkatkan kualitas dari suatu produk hukum dan memitigasi masalah serta konsekuensi dari suatu produk hukum.

Ketiga, pemerintah perlu memperbaiki koordinasi antarkementerian dan lembaga. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan produk hukum yang baik, implementasi yang kurang baik akibat minimnya koordinasi bisa mengurangi manfaat dari regulasi yang dibentuk.

Keempat, pemerintah perlu lebih berfokus untuk mencapai tujuan jangka panjang dibanding jangka pendek. AmCham Indonesia kebijakan pemerintah Indonesia hingga saat ini masih cenderung reaktif dan tidak memiliki pertimbangan jangka panjang. 

Pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah memang telah berfokus untuk melakukan deregulasi. Meski demikian, deregulasi yang dilakukan masih belum memiliki dampak yang besar.

Setelah pemerintah menerbitkan izin kepada investor, masalah operasional dan fundamental masih tetap menjadi penghambat. Masalah-masalah yang dimaksud antara lain rendahnya skill SDM, ketidakpastian hukum, hingga masalah korupsi di pemerintahan.

"Dengan dimulainya periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, kami menantikan langkah-langkah baru dari kabinet atas perekonomian dan investor asing. Perusahaan Amerika ada di sini dan siap untuk berinvestasi di Indonesia dan menyukseskan Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan," ujar Senior Vice President of Asia at the U.S. Chamber of Commerce Charles Freeman, Kamis (21/11/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top