Penguatan Neraca Dagang : Pengurangan Impor BBM, Peningkatan Ekspor dan Wisata Jadi Perhatian Presiden

Presiden Jokowi menginginkan para menteri terkait memperbesar surplus neraca dengan dengan menggenjot ekspor dan fokus mengembangkan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 11 November 2019  |  15:37 WIB
Penguatan Neraca Dagang : Pengurangan Impor BBM, Peningkatan Ekspor dan Wisata Jadi Perhatian Presiden
Presiden Joko Widodo. - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menginstruksikan sejumlah hal dalam memperkuat neraca perdagangan Indonesia di tengah kondisi perlambatan ekonomi global.

Presiden Jokowi menginginkan para menteri terkait memperbesar surplus neraca dengan dengan menggenjot ekspor dan fokus mengembangkan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa.

Untuk mengurangi tekanan impor, dia mengatakan para menteri terkait fokus dalam mengurangi angka impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah pengembangan kilang minyak dan pemanfaatan energi terbarukan.

"Pengolahan energi baru terbarukan seperti B20 untuk segera bisa masuk ke B30, lalu ke B100 sehingga bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap impor BBM," ujarnya dalam rapat terbatas 'Penguatan Neraca Perdagangan' di Kantor Presiden, Senin (11/11/2019).

Dia pun menambahkan substitusi impor juga harus dibuka lebar sehingga barang-barang tersebut bisa menggantikan produk-produk impor yang selama ini digunakan.

Peningkatan ekspor pun juga disinggung Jokowi dalam rapat terbatas kali ini, salah satunya mengenai penyelesaian perjanjian perdagangan.

"Kemarin sudah saya perintahkan Pak Mendag untuk secara khusus menugaskan Wamen [Wakil Menteri], Bu Menlu [Menteri Luar Negeri] juga menugaskan khusus Wamen agar perjanjian perdagangan dengan negara-negara potensial yang jadi tujuan ekspor kita segera bisa kita selesaikan," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Neraca Perdagangan, ekspor, impor

Editor : Stefanus Arief Setiaji
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top