Indonesia Sustainable Construction and Plumbing Jembatani Industri

Bisnis, JAKARTA - Pemerintah melalui Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030 berkomitmen dalam hal infrastruktur, industri, lingkungan, akses air dan sanitasi, serta pendidikan atau sumber daya manusia.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 07 November 2019  |  18:19 WIB
Indonesia Sustainable Construction and Plumbing Jembatani Industri
Penyerahan sertifikat akreditasi sebagai Lembaga sertifikasi personel oleh Kukuh Ahmad - deputi bidang akreditasi KAN kepada PT Iapmo Group Indonesia. - Istimewa

Bisnis, JAKARTA - Pemerintah melalui Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030 berkomitmen dalam hal infrastruktur, industri, lingkungan, akses air dan sanitasi, serta pendidikan atau sumber daya manusia.

Dalam upaya menjembatani setiap sektor yang terkait, IAPMO Group Indonesia, Green Product Council Indonesia (GPCI), dan Asosiasi Plambing Nasional (APIN) membuat rangkaian event bertajuk Indonesia Sustainable Construction and Plumbing (ISCOP).

Event bertema Advancing Sustainable Construction Materials and Plumbing System for A Sustainable Future ini diselenggarakan pada 6 – 8 November 2019 di JI Expo, Jakarta.

Pada hari pertama, selain IAPMO Group Indonesia, GPCI, dan APIN, hadir pula Kementerian Perindustrian, Badan Standarisasi Nasional (BSN), dan PT Anugerah Extravisi Raya (AER) memberikan paparan terkait regulasi dan industri. Kementerian Perindustrian dan BSN memaparkan mengenai proses standarisasi industri hijau dan standar sistem plambing yang diterapkan di Indonesia. 

PT AER memberikan paparan mengenai jenis produk yang ramah lingkungan dan hemat air termasuk kelebihannya sehingga diharapkan peserta seminar dapat mengetahui dengan mudah produk-produk yang beredar.

“Kami terus mengedukasi pembeli bahwa produk yang dipasarkan adalah produk bebas timbal yang aman bagi pengguna dan ramah lingkungan,” ungkap Imelda Santoso, Operation Manager PT AER, Kamis (.

Di akhir seminar secara simbolis Komite Akreditasi Nasional (KAN) memberikan sertifikat akreditasi kepada IAPMO Group Indonesia.

IAPMO Group Indonesia sebagai lembaga sertifikasi spesialis plambing satu-satunya di Indonesia yang memenuhi standar ISO 17024:2012 (Persyaratan Lembaga Sertifikasi Personel) dan telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah yang diwujudkan dalam bentuk akreditasi KAN. Selain itu, KAN dalam hal sertifikasi personel juga sudah menandatangani kerjasama MRA (Mutual Recognition Agreement) yang mana hasil sertifikasi yang telah diakreditasi oleh KAN juga diakui secara internasional.

Pada ISCOP 2019, IAPMO Group Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi spesialis plambing. Diantaranya adalah Universitas Udayana Bali dan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Universitas nantinya diharapkan menjadi penyelenggara bagi pelatihan bagi internal universitas maupun pihak eksternal.

GPCI sebagai organisasi non profit yang bekerja sama dengan IAPMO Group Indonesia mempunyai fokus dalam membuat standar produk yang ramah lingkungan. GPCI sebagai lembaga sertifikasi Green Label Indonesia dan IAPMO Group Indonesia sebagai verifikator lapangan melakukan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang mana mereka telah menerapkan standar produk yang ramah lingkungan serta fokus dalam upaya penghematan energi sehingga produk tersebut dapat memperoleh predikat Green Label Indonesia.

Kemudian APIN memberikan paparan mengenai roadmap industri plambing nasional dan tantangan global. Selama ini APIN berperan dalam mendiskusikan terkait tantangan dalam menciptakan produk produk konstruksi, material maupun plambing yang ramah lingkungan dan efisien. Melalui APIN, industri mengarahkan pada pengembangan standar produk konstruksi, material maupun plambing yang baik dan berkelanjutan yang mana mempunyai tujuan bagi kebaikan serta kesehatan masyarakat Indonesia.

Dengan adanya event seminar seperti ini diharapkan keterkaitan dan kerjasama yang baik dari beberapa pihak diharapkan masyarakat Indonesia dapat memperoleh kebaikan dari jaminan sistem maupun produk konstruksi, material maupun plambing yang berpegang pada prinsip berkelanjutan, ramah lingkungan dan hemat energi. 

Selain IAPMO Group Indonesia, GPCI, dan APIN, event ini juga didukung oleh Kementerian Perindustrian, Badan Standarisasi Nasional (BSN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), PT AER, PT Wahana Duta Jaya Rucika, IWSH (International Water and Sanitary Hygiene Foundation), PT Mowilex Indonesia, Arwana Ceramics, serta Green Building Council Indonesia (GBCI). ISCOP 2019 juga didukung Konstruksi Indonesia, Indonesia Infrastructure Week, dan Intertraffic.

Senior Vice President sekaligus Kepala Lembaga Penilai Kesesuaian PT IAPMO Group Indonesia Shirley Dewi menyampaikan bahwa penggunaan produk konstruksi dan produk plambing yang ber-SNI dan berlabel produk hijau akan melindungi pengguna dalam aspek keselamatan dan kesehatan. “Serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi, mereduksi limbah dan polusi terhadap lingkungan. Dan sejalan dengan visi pemerintah untuk SDG 2030,” ujarnya.

ISCOP akan dijadikan program tahunan bersamaan dengan event konstruksi Indonesia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pameran

Editor : Bambang Supriyanto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top