Wilbur Ross ke Indonesia: AS Berkomitmen Selesaikan Pembahasan GSP Secepatnya

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjanjikan pembahasan mengenai fasilitas generalized system of preferences (GSP) untuk Indonesia akan diselesaikan dalam waktu dekat.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 06 November 2019  |  16:50 WIB
Wilbur Ross ke Indonesia: AS Berkomitmen Selesaikan Pembahasan GSP Secepatnya
Menteri Perdagangan Amerika Wilbur Ross - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjanjikan pembahasan mengenai fasilitas generalized system of preferences (GSP) untuk Indonesia akan diselesaikan dalam waktu dekat.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan saat ini pembahasan mengenai GSP untuk Indonesia masih dibahas di kantor United States Trade Representative (USTR). Dia menilai negosiasi antara USTR dan pemerintah Indonesia mengenai kelanjutan pemberian fasilitas GSP bagi RI berjalan sangat konstruktif.

“Komunikasi antara USTR dan Pemerintah Indonesia sangat baik. Kami mengharapkan dapat menyelesaikan pembahasan tersebut dan dapat mengumumkan hasilnya secepat mungkin kepada Indonesia,” ujarnya usai pertemuannya dengan pemerintah Indonesia di Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Rabu (6/11/2019).

Dia menambahkan, Indonesia merupakan mitra dagang dan investasi yang menjanjikan bagi AS. Dia menilai para pengusaha Paman Sam mendapatkan dukungan yang sangat baik ketika berbisnis di Indonesia.  

Untuk itu dia mengharapkan adanya penguatan kerja sama di sektor perdagangan dan investasi antara RI dan AS pada masa depan. Dia pun meminta pengusaha Indonesia untuk ikut serta berinvestasi di AS.

Sementara itu, Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan finalisasi peninjauan kembali fasilitas GSP untuk Indonesia masih berlangsung. Dia menyebutkan Pemerintah RI akan segera mengirimkan delegasinya ke AS di bawah koordinasi Kementerian Perdagangan untuk bernegosiasi dengan USTR di AS.

“Kami juga menawarkan sejumlah sektor untuk dikerja samakan dengan AS. Sektor itu antara lain, industri kedirgantaraan, permesinan, kesehatan dan jasa,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, perdagangan bilateral

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top