Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Kaji Batasan Ekspor Logam Mineral Tanah Jarang

Pemerintah sedang mengkaji peraturan mengenai batasan ekspor logam tanah jarang untuk mendorong investasi pengolahan mineral tersebut di dalam negeri. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 November 2019  |  09:23 WIB
Ekskavator mengangkut tanah ke truk di tambang terbuka milik PT Timah Tbk. di Pemali, Bangka, Indonesia, Kamis (25/7/2019). - Reuters/Fransiska Nangoy
Ekskavator mengangkut tanah ke truk di tambang terbuka milik PT Timah Tbk. di Pemali, Bangka, Indonesia, Kamis (25/7/2019). - Reuters/Fransiska Nangoy

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah sedang mengkaji peraturan mengenai batasan ekspor logam tanah jarang untuk mendorong investasi pengolahan mineral tersebut di dalam negeri. 

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan pemerintah memang berencana mengizinkan ekspor logam tanah jarang sembari memastikan kesiapan industri dalam negeri untuk menyerap mineral tersebut. 

Hanya saja, jumlah mineral logam tanah jarang yang boleh diekspor akan dibatasi. Yunus belum mau mengungkapkan berapa persen dari produksi logam tanah jarang yang mampu diekspor. 

Namun, dia memastikan aturan mengenai ekspor dilakukan untuk merangsang pertumbuhan industri pengolahan logam tanah jarang. 

“Tidak boleh [100% ekspor], ada batasan tadi, itu yang akan didiskusikan. Kadarnya berapa, saya tidak menyebutkan berapa persen karena masih kajian,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini. 

Menurutnya, upaya pemerintah untuk membuat peraturan mengenai ekspor logam tanah jarang juga untuk mendukung rencana PT Timah Tbk. (TINS) yang ingin membangun pabrik pengolahan senyawa tanah jarang yakni monasit pada tahun depan. 

Setidaknya butuh waktu dua tahun untuk membangun pabrik tersebut. Dia menilai sembari pabrik dibangun, peraturan mengenai ekspor logam tanah jarang akan dikaji. “Ya pemerintah mendorong tahun 2020 bisa [terbangun pabrik monasit].”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan tanah jarang
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top