Penataan Ulang Pelabuhan Benoa Ditargetkan Selesai 2023

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) siap melanjutkan pengerjaan penataan ulang Pelabuhan Benoa, Bali dengan desain yang baru. Pengerjaan proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2023.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 02 November 2019  |  17:45 WIB
Penataan Ulang Pelabuhan Benoa Ditargetkan Selesai 2023
Kapal pengeruk pasir beraktivitas di kawasan dermaga kapal wisata, di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Kamis (26/3/2015). - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) siap melanjutkan pengerjaan penataan ulang  Pelabuhan Benoa, Bali dengan desain yang baru. Pengerjaan proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2023.

Adapun,  kebijakan penataan ulang Pelabuhan Benoa, Bali, awalnya sempat menimbulkan permasalahan berkepanjangan. Namun, persoalan tersebut saat ini berhasil diselesaikan dengan tuntas usai konsep awal desain Dumping I dan Dumping II Pelabuhan Benoa dilakukan perubahan secara total total. 

Konsep baru penataan Pelabuhan benoa tersebut diperoleh dari masukan dan usulan sejumlah pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar hingga kelompok-kelompok masyarakat.

Kesepakatan konsep baru penataan ulang Pelabuhan Benoa tersebut tertuang dalam rapat koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pelindo III di Denpasar, 2 November 2019.

Dalam desain baru tersebut, sebagian besar lahan diperuntukkan bagi hutan kota, sedangkan sebagian lagi diperuntukkan bagi kawasan pengelolaan energi, industri perikanan, dan instalasi IPAL.

“Kawasan hutan kota akan menjadi salah satu paru-paru Bali, sedangkan sebagian lagi diperuntukkan bagi terminal energi, yang menyuplai kebutuhan avtur untuk Bandara Ngurah Rai dan BBM di Pelabuhan Benoa,” kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, dalam keterangan resminya, Sabtu (2/11/2019)

Sementara itu, Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster mengaku mengawal secara langsung perubahan konsep penataan ulan Pelabuhan Benoa tersebut. Hal tersebut menurutnya, dilakukan agar dapat mengakomodasi kepentingan banyak pihak.

“Penataan ulang Pelabuhan Benoa ini prosesnya panjang. Sampai empat kali perubahan sampai dengan desain final. Perubahan desain ini saya yang mengawal langsung, sehingga menampung kebutuhan dan aspirasi masyarakat Bali. Termasuk penyediaan lapangan khusus untuk upacara keagamaan seluas satu hektare,”  katanya.

Koster juga meminta kepada Pelindo III agar lapangan untuk upacara Melasti sudah dapat diselesaikan pada akhir Februari 2020. Hal itu diperlukan agar lapangan tersbeut dapat digunakan sebagai tempat upacara peringatan Nyepi tahun 2020 mendatang.

Selain itu, Koster juga meminta Pelindo III berkoordinasi dengan para ahli lingkungan dan tanaman dari Universitas Udayana dan ahli dari BMKG, selain dari IPB Bogor yang selama ini sudah berjalan, sehingga hutan kota itu nantinya sesuai dengan ekosistem kawasan tersebut.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin menyambut baik tuntasnya desain pengembangan Pelabuhan Benoa tersebut.

“Apabila Pemerintah sekarang mengembangkan 10 Bali Baru, Bali yang asli sekarang bergerak lebih cepat,” ujarnya. 

Dalam desain yang baru, Pelindo III membangun terminal di Dumping I dan Dumping II dengan luas kurang lebih 70 hektare, di mana 51% lahan yang telah selesai direklamasi. Adapun, 13 hektare area di Dumping I dan 23 hektare di Dumping II akan ditanami berbagai jenis pohon seperti cemara udang, jempiring, cemara laut, sawo kecik, kelapa gading, asoka, dan sebagainya. Sementara sisa 49% lahan akan dimanfaatkan untuk membangun dermaga perikanan, cold storage, fasilitas IPAL, dan lain sebagainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan benoa

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top