Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Apindo Minta Kemenkop dan UKM Perkuat Pasar Domestik

Di tengah gempuran produk impor, UKM Indonesia harus diperkuat agar mampu menguasai pasar domestik.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  22:37 WIB
Apindo Minta Kemenkop dan UKM Perkuat Pasar Domestik
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Bidang Ritel Asosiasi Pengusaha Indonesia Tutum Rahanta mengatakan di tengah gempuran produk impor, UKM Indonesia harus diperkuat agar mampu menguasai pasar domestik.

“UKM kita perlu sentuhan-sentuhan lebih agar menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing. Itu yang saya sampaikan pada Menteri Koperasi dan UKM, dan beliau sepakat,” kata Tutum usai bertemu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantornya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Tutum menilai, selama ini pertumbuhan UKM di Indonesia tergolong lambat sehingga diperlukan sentuhan dalam berbagai hal.

“Produksinya perlu sentuhan teknologi, begitu juga dengan manajemen, hingga aspek pemasaran. UKM memang ada di banyak sektor, tapi terkesan belum maju. Terlebih lagi, kita sangat terbuka untuk produk impor,” katanya.

Tutum masih melihat beberapa masalah yang dihadapi UKM, di antaranya menyangkut keefisienan.

“Barang yang diproduksi harus sesuai dengan kemampuan dan keinginan konsumen. Ini bicara harga dan kualitas. Namun faktanya, dengan tingkat daya beli masyarakat seperti sekarang ini, yang dibeli adalah barang yang sesuai dengan tingkat kemampuan,” jelas Tutum.

Lebih lanjut dia mencontohkan Pasar Malam (Night Market) di Thailand yang menjadi sarana pemasaran efektif dan efisien bagi produk UKM di Negeri Gajah Putih tersebut.

“UKM di Thailand jarang berjualan di mal-mal, tapi mereka bisa hidup dan eksis di wadah Night Market. UKM itu tidak perlu berlama-lama untuk berjualan, tempat saja cukup. Tapi, produk yang dijualnya harus mengandung unsur unik,” paparnya.

Dia mengakui selama ini di tingkat konsep pengembangan produk UKM sudah sangat bagus. Hanya saja, terlihat lemah di tataran eksekusi.

“Diperlukan sinergi lebih kuat lagi dari seluruh kementerian dan lembaga, dan lead-nya berada di Kemenkop dan UKM, termasuk di dalamnya adalah akses terhadap bunga kredit murah dan akses pemasaran,” ujarnya.

Tindak lanjut dari itu, kata Tutum, UKM harus mampu mengisi pasar domestik. Terlebih lagi, UKM menopang PDB nasional sebesar 55 persen.

“Bila UKM kita mampu mengisi pasar domestik, saya jamin account defisit negara kita akan menurun. Artinya, UKM kita harus meningkatkan produksi dan kualitas produk untuk mengisi pasar domestik.”

Hal ini, kata dia, sudah dilakukan oleh pemerintah Thailand, Jepang, dan Korea yang selalu hadir dalam membangun dan mendorong produk UKM maju dan berkembang, hingga menembus kelas internasional.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Apindo lainnya, Yongki Susilo, mengatakan bahwa kehadirannya bertemu Menkop dan UKM adalah untuk meng-update tentang pertumbuhan kondisi pasar di Indonesia.

“Saya katakan, dalam beberapa tahun terakhir, ada pelemahan pertumbuhan tingkat konsumsi masyarakat. Sudah ada rebound di 2018, tapi kembali terhambat karena Pemilu dan sampai kuartal III/2019 belum recovery,” katanya.

Yongki berharap, dengan adanya Kabinet yang baru, pada 2020 mendatang sudah terlihat adanya akselerasi pertumbuhan konsumsi masyarakat. Produk-produk UKM masih perlu ditingkatkan dari sisi kualitasnya sehingga dapat diserap oleh industri dalam negeri.

"Kualitas kita tingkatkan hingga masuk ke level kualitas internasional. Kita juga harus mempelajari apa kebutuhan masyarakat di negara tetangga. Karena, saat ini merupakan Abadnya negara-negara Asia,” tegas Tutum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian koperasi dan ukm
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top