Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Bebas Truk Obesitas 2021, Kecuali untuk Truk Pengangkut Ini

Direktur Prasarana Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub M Risal Wasal menuturkan masih sangat mungkin ada dispensasi bagi kendaraan kelebihan muatan tertentu pada 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  17:46 WIB
Indonesia Bebas Truk Obesitas 2021, Kecuali untuk Truk Pengangkut Ini
Truk sarat muatan melintasi jalur lintas Sumatra Timur di Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Jumat (3/5/2019). - Bisnis/Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyatakan masih akan memberikan dispensasi kepada truk obesitas kendati pada 2021 Indonesia ditargetkan bebas truk kelebihan muatan dan dimensi atau overdimension overload (ODOL).

Direktur Prasarana Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub M Risal Wasal menuturkan masih sangat mungkin ada dispensasi bagi kendaraan kelebihan muatan tertentu pada 2021.

"Ketika 2021 masih ada dispensasi lain soal, seperti angkutan trafo tidak mungkin dipotong-potong trafonya, tidak mungkin sembako diberi dispensasi, dispensasi hanya barang-barang yang tidak bisa dipotong," paparnya kepada Bisnis.com, belum lama ini.

Dia menjelaskan dispensasi tersebut tetap akan dilakukan dengan persyaratan khusus seperti kendaraan kelebihan muatan harus dikawal pihak Kepolisian atau ada tata cara pengangkutan tertentu.

Menurutnya, pihaknya akan membuat aturan tambahan bagi pengecualian kendaraan yang overload tersebut. Contoh lainnya, pengangkutan crane, yang tidak dapat dipotong, itu akan terkena dispensasi hanya untuk barang-barang kerja berat.

"Wajib pengawalan, yang beresiko wajib pengawalan, sekarang pun ada tapi nanti kita sampaikan ke masyarakat lagi," tuturnya.

Adapun, target bebas ODOL 2021, terus dikejar oleh Kemenhub. Pada 2020 mendatang ruang gerak kendaraan obesitas tersebut akan dipersempit dengan larangan melalui tol dan angkutan penyeberangan.

Pada 2020, badan usaha jalan tol (BUJT) sudah setuju pemasangan weight in motion (WIM) di pintu tol untuk mengukur berat suatu angkutan barang, apabila termasuk ODOL, kendaraan tersebut dilarang melintasi jalan tol.

Aktivitas penyeberangan pun demikian, setiap gate atau pintu masuk kendaraan angkutan akan dipasangi jembatan timbang guna menjaring truk ODOL dan melarangnya menyeberang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Truk ODOL
Editor : Hendra Wibawa
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top