Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tutup Defisit, Pemerintah Cari Utang Dolar dan Euro

Dua surat utang global yang diterbitkan masing-masing sebesar US$1 miliar untuk USD Bonds dan 1 miliar euro untuk Euro Bonds. Apabila dirupiahkan, global bonds yang diterbitkan mencapai Rp29,61 triliun.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 25 Oktober 2019  |  18:53 WIB
Obligasi
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan akibat defisit anggaran yang melebar dari 1,93 persen menjadi 2-2,2 persen dari PDB, pemerintah menerbitkan dua surat utang negara (SUN) berdenominasi asing atau global bonds yakni USD Bonds dan Euro Bonds.

Dua surat utang global yang diterbitkan masing-masing sebesar US$1 miliar untuk USD Bonds dan 1 miliar euro untuk Euro Bonds. Apabila dirupiahkan, global bonds yang diterbitkan mencapai Rp29,61 triliun.

Pricing date dari kedua global bonds tersebut dilaksanakan pada 24 Oktober 2014 dan akan diterbitkan pada 30 Oktober 2019.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman mengatakan bahwa selain untuk menutup kebutuhan pembiayaan akibat defisit yang melebar, penerbitan global bonds juga memanfaatkan momentum di tengah kondisi pasar keuangan yang stabil.

“Respon dan sentimen pasar cukup positif atas pelaksanaan pelantikan presiden dan kabinet periode 2019-2024,” ujar Luky, Jumat (25/10/2019).

Lebih lanjut, SUN yang diterbitkan berupa global bonds dan bukan SUN berdenominasi rupiah karena pemerintah ingin menjaga kecukupan likuiditas di dalam negeri.

“Rating suku bunga saat ini sedang rendah sekali sehingga daripada kita menggangu likuiditas domestik lebih baik kita ambil dari luar,” sambung Luky.

Penerbitan USD Bonds memiliki tenor selama 30 tahun dengan yield 3,75 persen dan spread sebesar 150,7 bps dari US Treasury.

Penerbitan USD Bonds kali ini merupakan penerbitan dengan yield dan spread terendah sepanjang sejarah untuk USD Bonds bertenor 30 tahun.

Yield terendah pada penerbitan sebelumnya terjadi pada Desember 2017 dengan yield sebesar 4,4 persen.

Untuk Euro Bonds yang diterbitkan adalah obligasi dengan tenor 12 tahun dengan yield dan spread over mid-swap bonds masing-masing sebesar 1,412 persen dan 130 bps.

SUN berdenominasi Euro bertenor 12 tahun yang diterbitkan kali ini juga menjadi penerbitan dengan yield dan spread over mid-swap terendah, dan bahkan lebih rendah dibandingkan dengan yang bertenor 7 tahun yang diterbitkan pada Juni 2019 lalu pada level 1,487 persen dan 145 bps.

Untuk penerbitan USD Bonds, final price guidance mengetat hingga 35 bps dari initial price guidance. Sementara itu, untuk Euro terjadi pengetatan hingga 30 bps dari initial price guidance.

Atas pengetatan ini maka level yield penerbitan USD Bonds maupun Euro Bonds lebih rendah dari fair value yield penerbitan bonds tersebut (inside the curve) sebesar masing-masing 6 bps.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sun surat utang negara
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top