Mendag Agus yang 'Bikin Penasaran'

Teka-teki mengenai siapa pejabat yang menduduki kursi Menteri Perdagangan RI akhirnya terjawab setelah Presiden Joko Widodo melantik Agus Suparmanto sebagai nakhoda Kementerian Perdagangan, kemarin, Rabu (10/23/2019).
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 24 Oktober 2019  |  11:22 WIB
Mendag Agus yang 'Bikin Penasaran'
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto

Teka-teki mengenai siapa pejabat yang menduduki kursi Menteri Perdagangan RI akhirnya terjawab setelah Presiden Joko Widodo melantik Agus Suparmanto sebagai nakhoda Kementerian Perdagangan, kemarin, Rabu (10/23/2019).

Keputusan Kepala Negara tersebut secara otomatis mengakhiri spekulasi yang berkembang selama ini, di mana Kemendag dikabarkan bakal dilebur dengan kementerian lain. Namun demikian rasa keingintahuan pubik tentang era baru Kemendag sejatinya belum usai.

Salah satu keingintahuan publik tersebut adalah latar belakang Sang Mendag baru Agus Suparmanto. Maklum, dari sejumlah informasi yang dihimpun Bisnis, selain sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Agus lebih banyak dikenal sebagai  Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) untuk periode  2014-2018 dan 2018-2022.

Sebagai pebisnis nama Agus hanya terekam sebagai Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB). Adapun perusahaan tersebut merupakan penggarap proyek pembangunan dok kapal di Pelabuhan Sungai Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

Rasa penasaran mengenai sosok Mendag baru pun makin membesar tatkala dalam proses serah terima jabatan (sertijab) Menteri Perdagangan di Kantor Kementerian Perdagangan, Agus memilih untuk diam kepada awak media.

Prosesi sertijab tersebut pun dilakukan secara ‘setengah’ tertutup di mana awak media hanya diperbolehkan ikut serta dalam beberapa sesi. Sesi yang dibuka kepada media itu a.l. prosesi penadatanganan dokumen sertijab dan acara bersalam-salaman antara pejabat kementerian dengan Agus dan Menteri Perdagangan periode sebelumnya, yakni Enggartiasto Lukita.

Seusai prosesi sertijab tersebut, Agus pun tak kunjung menemui media untuk menyampaikan kata sambutan maupun pernyataan resminya sebagai Mendag yang baru. Dia bahkan memilih untuk bergegas meninggalkan Kantor Kementerian Perdagangan melalui pintu samping gedung tersebut.  

Fenomena ini menjadi anomali tersendiri ketika di kementerian-kementerian lain, menteri baru maupun petahana sibuk melakukan safari di kantornya sembari memberikan pernyataan mengenai visi-misinya. Langkah yang dilakukan para menteri baru tersebut sudah layak dan sepantasnya dilakukan, mengingat publik sangat menantikan bagaimana sepak terjang sang pembantu presiden tersebut ke depannya.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan Mendag Agus tidak memiliki maksud untuk menghindari awak media. Menurutnya, Agus lebih memilih mencari waktu yang tepat untuk berkomunikasi dengan publik melalui media massa.

“Beliau sudah memiliki konsep dan serta visi-misi di Kementerian Perdagangan. Hanya saja beliau ingin melakukan konsolidasi terlebih dahulu dengan pejabat internal Kemendag dan menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet, sebelum menyampaikan target dan arah kebijakannya ke publik,” katanya, dalam konferensi pers di Kantor Kemendag, Rabu (23/10/2019).

Oke mengatakan Agus memiliki karakter yang sangat detail dan serius dalam bekerja. Hal itu membuat Agus memilih untuk berhati-hati dalam melakukan komunikasi kepada publik.

Namun demikian, Oke menyatakan secara garis besar Mendag Agus memiliki sejumlah target utama untuk membawa sektor perdagangan Indonesia menjadi lebih maju. Target itu a.l. memperkuat sisi perdagangan dalam negeri dalam bentuk stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan terhadap produk kebutuhan masyrakat.

“Sementara itu untuk peningkatan kinerja perdagangan luar negeri, beliau sudah memiliki resep yang saya rasa sangat bagus. Namun dia mengaku perlu melakukan konsolidasi terlebih dahulu di internal Kemendag sebelum mengeksekusinya,” katanya.

Di sisi lain Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Rosan P. Roeslani mengatakan publik tak perlu ragu dengan kecakapan Mendag Agus. Dia mengakui Agus merupakan sosok yang belum terlalu dikenal oleh banyak orang lantaran memiliki karakter low profile. Namun dia meyakini, politisi PKB tersebut memiliki kemampuan yang sesuai untuk menduduki kursi Menteri Perdagangan.

“Saya sudah mengenalnya sejak lama. Kebetulan dia adalah suami sepupu saya. Dia punya latar belakang pengusaha yang sangat sukses dan berkarakter teliti dan mau mendengarkan orang lain. Saya rasa kelebihan-kelebihannya ini sangat cocok untuk digunakannya sebagai Mendag,” katanya.

Rosan juga percaya Agus dapat beradaptasi dengan cepat sebagai Mendag dan menuangkan rencana kerja dan ambisinya dalam memajukan perdagangan Indonesia. Pasalnya, menurutnya Agus memiliki kelebihan cepat dalam mempelajari sesuatu.

“Dia bahkan sudah ingin segera bertemu dengan dunia usaha untuk mendengarkan masukkan. Langkahnya ini sangat tepat, mengingat komunikasi yang baik dengan pengusaha adalah salah satu cara yang tepat dalam memajukan perdagangan kita,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno mengaku tidak mempermasalahkan latar belakang Agus yang belum terlalu dikenal sebagai pengusaha dan pelaku sektor perdagangan. Menurutnya para pengusaha siap untuk membantu Agus dalam menyelesaikan sejumlah persoalan yang menghambat sektor perdagangan Indonesia.

“Dia memiliki banyak pekerjaan rumah di sektor perdagangan yang harus dituntaskan sesegera mungkin. Kami pengusaha siap membantunya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tersebut,” jelasnya.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal melihat sikap berhati-hati dari Agus dalam berkomunikasi ke publik merupakan hal yang wajar. Pasalnya, dia tergolong figur baru dalam dunia pemerintahan di Indonesia, sehingga tidak ingin salah langkah pada kesan pertama di hadapan publik.

“Meskipun demikian, dia tetap harus sesegera mungkin menyapa publik. Saya pikir satu atau dia hari ke depan adalah langkah yang tepat untuk menyampaikan visi dan misinya setelah berkonsolidasi dengan internal Kemendag,” katanya.  

Namun demikian, dia menilai pemilihan Agus sebagai Mendag yang baru sudah cukup tepat. Fithra mendapatkan informasi Agus merupakan salah satu pelaku usaha di sektor logistik dan pengkapalan. Pengalaman Agus di sektor tersebut menurutnya akan berguna untuk menyelesaikan masalah logsitik dalam ekspor dan impor.

Terlepas dari apapun latar belakang Agus sebelum menjabat sebagai Mendag yang baru, dia harus segera bersiap menghadapi segudang pekerjaan rumah di sektor perdagangan yang diwariskan oleh Menteri Perdagangan periode sebelumnya, yakni Enggartiasto Lukita.

Dia pun harus segera meyakinkan publik mengenai kapasitas dirinya untuk menjabat sebagai Mendag. Sebab bagaimanapun juga,  perdagangan merupakan sektor penting di bidang ekonomi yang menaungi kepentingan banyak pihak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menteri perdagangan

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top