Bisnis Kargo Udara di Timur Masih Jumbo, Garuda Layak Masuk

Konsultan penerbangan dari CommunicAvia Gerry Soejatman mengatakan, wilayah Papua masih menjanjikan potensi besar untuk usaha kargo udara.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  08:05 WIB
Bisnis Kargo Udara di Timur Masih Jumbo, Garuda Layak Masuk
Ilustrasi - Aktivitas di sebuah pesawat kargo logistik. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi bisnis kargo udara di Indonesia timur dinilai masih sangat besar tetapi belum digarap serius masakapai penerbangan nasional, termasuk Garuda Indonesia Group.

Konsultan penerbangan dari CommunicAvia Gerry Soejatman mengatakan, wilayah Papua masih menjanjikan potensi besar untuk usaha kargo udara. Terlebih, paparnya, beberapa wilayah di provinsi tersebut masih membutuhkan barang-barang pendorong pembangunan.

"Potensi pasar kargo udara di Papua masih banyak. Tinggal mereka mau ambil yang mana dan rencananya seperti apa, karena hingga saat ini belum disampaikan," katanya kepada Bisnis.com, Kamis (17/10/2019).

Dia juga belum mengetahui rencana secara jelas Garuda Indonesia Group menggarap angkutan kargo udara di kawasan Indonesia timur itu. Sebelumnya, Garuda Indonesia Group bersama sembilan BUMN lain bersinergi menjalin kerja sama strategis mendukung komitmen restrukturisasi bisnis PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). 

Komitmen restrukturisasi itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Garuda Indonesia bersama dengan Merpati yang turut melibatkan dukungan dari sembilan BUMN lainnya dalam upaya percepatan restrukturisasi bisnis BUMN itu.

Perjanjian kerja sama antara Garuda dan Merpati meliputi sinergi dalam bidang pelayanan kargo udara, layanan jasa penunjang kegiatan penerbangan (ground handling), perawatan pesawat (maintenance repair overhaul/MRO), dan pusat pelatihan kru (training center).

Dalam hal kerja sama MRO, Merpati juga bertindak sebagai agen pemasaran yang menyediakan layanan untuk perawatan turbin dari Pertamina dan PLN yang difasilitasi oleh MRO Merpati Nusantara Group dan Garuda Indonesia Group. Adapun, dalam usaha training centre, Garuda akan berpartisipasi dalam mengelola pusat pendidikan milik Merpat agar ke depannya unit usaha ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan.

Selain Garuda, sembilan BUMN yang terlibat penyelematan Merpati adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), serta Himbara yang terdiri dari Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
merpati, garuda indonesia, kargo udara

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top