Sayembara Desain Ibu Kota Negara Diperpanjang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar acara penjelasan (Aanwijzing) Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara dengan para peserta sayembara.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  20:15 WIB
Sayembara Desain Ibu Kota Negara Diperpanjang
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar acara penjelasan (Aanwijzing) Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara dengan para peserta sayembara.

Presiden Republik Indonesia pada tanggal 16 Agustus 2019 telah mencanangkan rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan. Ibu Kota yang bukan hanya sebagai simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa, sekaligus demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi.

Berdasarkan arahan Presiden, Bappenas ditugaskan untuk melakukan kajian terhadap pemindahan Ibu Kota. Kementerian ATR ditugaskan untuk melakukan studi terhadap ketersediaan lahan. Untuk Kementerian PUPR, tugas yang diberikan adalah menyiapkan rancangan urban design dalam mewujudkan Ibu Kota Negara yang baru.

Ketua Pelaksana Sayembara Ibu Kota Negara 2019 sekaligus menjabat sebagai Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga mengatakan bahwa Sayembara Gagasan Desain Kawasan IKN yang telah diluncurkan ke publik di Balikpapan tanggal 2 Oktober 2019 yang lalu menarik animo masyarakat yang besar sehingga peserta membludak.

"Sampai dengan 18 Oktober 2019, status pendaftar yang ikut sebanyak 672 peserta, dengan rekap peserta paling banyak yakni dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Adapun, terdapat 12 peserta yang berasal dari luar Indonesia," paparnya di Kementerian PUPR, Jumat (18/10/2019).

Apabila dijabarkan, dari 672 peserta yang mendaftar , yang ditargetkan hadir dalam acara aanwijzing ini sebanyak 633 namun hanya 260 peserta yang hadir. Nantinya juga akan dilaksanakan Aanwijzing di lapangan yang juga akan diikuti oleh para peserta.

Danis menambahkan, seharusnya pendaftaran sayembara ditutup pada hari ini, namun karena tingginya animo masyarakat maka akan diperpanjang. "Jadwal pendaftaran sayembara seharusnya 3 Oktober - 18 Oktober 2019, namun diperpanjang hingga 21 Oktober 2019," katanya.

Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mengatakan bahwa sayembara ini bertujuan untuk mendapatkan gagasan terbaik dari masyarakat umum, para ahli perancangan kota, ahli perencanaan kota, dan para arsitek.

"Kami telah menentukan 3 kriteria besar, yakni mencerminkan Identitas Bangsa, menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, lingkungan dan mewujudkan kota yang cerdas, modern, dan berstandar Internasional," tuturnya.

Anita berharap agar para peserta dapat mencurahkan gagasan-gagasannya untuk mentransformasikan setiap kriteria-kriteria tersebut ke dalam bentuk desain kota yang kita impikan dan akan kita wujudkan bersama.

Hasil sayembara ini akan diperkaya dengan melibatkan pihak internasional agar mendapatkan desain yang lebih tajam dan terukur, sebelum disusun dokumen perencanaan teknis (detail engineering design) dan dimulai pembangunannya, yang ditargetkan pada akhir 2020 atau awal tahun 2021. "Dengan demikian, kami harapkan pemindahan IKN dapat dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2024."

Sebagai informasi, ruang lingkup penilaian sayembara adalah gagasan desain (basic urban concept) yang meliputi desain Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan luas area 2.000 – 6.000 ha, Kawasan Ibu Kota Negara (K-IKN) dengan luas area ±40.000 ha dan Kawasan Perluasan Ibu Kota Negara (KP-IKN) dengan luas total area hingga ±180.000 ha (termasuk luasan KIPP dan K-IKN).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibu Kota Dipindah

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top