Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri Jonan Minta Subsektor Migas Lebih Efisien

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan tantangan masa depan industri minyak dan gas bumi (migas) adalah efisiensi sehingga memiliki daya saing global.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  18:27 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) bersama Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kiri) dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati usai jumpa pers pengumuman pengelolaan lanjutan Blok Migas Corridor di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) bersama Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kiri) dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati usai jumpa pers pengumuman pengelolaan lanjutan Blok Migas Corridor di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan tantangan masa depan industri minyak dan gas bumi (migas) adalah efisiensi sehingga memiliki daya saing global.

Jonan mengatakan meningkatkan efisiensi berarti mengubah kultur dalam kegiatan migas. "Peluang dan tantangan bukan hanya regulasi, tetapi kultur atau kegiatan migas juga harus di-adjust, yaitu mengikuti perkembangan yang terjadi," katanya, Senin (14/10/2019).

Menurutnya, selain adaptif terhadap perkembangan zaman, industri migas selayaknya mengutamakan efisiensi demi keberlangsungan bisnis. 

Dia mengatakan dengan mendorong efisiensi, maka ketidakpastian bisnis dapat ditekan. Apalagi di sektor energi, harga komoditas sulit untuk diprediksi.

"Jadi, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kita membuat produk yang memiliki competitive price. Industri migas haruslah efisien," tuturnya.

Jonan pun mengklaim kehadiran kontrak bagi hasil bagi hasil kotor atau gross split merupakan cara untuk mendapatkan efisiensi. Selama dua tahun terakhir, sudah ada 43 kontrak baru dengan total komitmen kerja pasti senilai Rp33 triliun.

Berdasarkan data BP Statistical Review 2018 yang dikutip Kementerian ESDM, cadangan terbukti minyak bumi Indonesia sebanyak 3,2 miliar barel pada 2018, atau berada di urutan ke 29 di bawah Venezuela, Arab Saudi, ataupun Nigeria.

Sementara itu, cadangan terbukti gas bumi Indonesia sebanyak 102,9 trillion cubic feet (TCF) atau hanya 1,5% dari total cadangan terbukti dunia.

Negara dengan cadangan gas bumi terbesar adalah Russia dengan 1.234,9 TCF, Iran 1.173 TCF, dan Qatar 879,9 TCF.

Melihat kondisi cadangan migas yang ada, Jonan pun meminta kesungguhan sektor hulu untuk meningkatkan eksplorasi. Setidaknya, Jonan berharap dana komitmen kerja pasti dari para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dapat dimanfaatkan untuk menambah cadangan migas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas ignasius jonan
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top