Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mortar Bangunan Prospektif, Sika Pacu Ekspansi

Perseroan telah merampungkan pabrik ketiganya di Cibitung, Bekasi untuk meningkatkan pangsa mortar perumahan di dalam negeri.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  09:03 WIB
ilustrasi - idn.sika.com
ilustrasi - idn.sika.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sika Indonesia meningkatkan produksi mortar bangunan lantaran tren penggunaan produk ini terus meningkat.

Perseroan telah merampungkan pabrik ketiganya di Cibitung, Bekasi untuk meningkatkan pangsa mortar perumahan di dalam negeri.

Mortar campuran semen, pasir, dan batu kerikil umumnya dijual secara curah. Adapun, mortar dibagi dua menjadi mortar teknikal untuk infrastruktur dan mortar bangunan untuk perumahan.

“Coba lihat perubahan konsumsi curah dan kemasan, itu kan sudah menjadi 30:70. Curahnya makin naik. Memang pertumbuhan konsumsi untuk perumahan agak flat, Cuma mulai ada pergerakan. Share kami masih 5%, makanya ruang tumbuh besar sekali,” kata General Manager Sika Indonesia Eddy Sutanto di Bekasi, Senin (14/10/2019).

Eddy menyatakan potensi pasar mortar bangunan di Jakarta cukup besar atau sekitar 50% dari bahan pembangunan perumahan. Pasalnya, banyak perumahan di Ibu Kota dalam bentuk bangunan tinggi di mana penggunaan bahan bangunan dalam bentuk curah cukup banyak.

Eddy mengklaim pabrik ketiga perusahaan patungan antara Sika Swiss dan Sika Asia Pacific Management tersebut merupakan pabrikan mortar terbesar di Asia Pasifik dengan kapasitas terpasang mencapai 450.000 ton per tahun. Adapun, kapasitas terpasang fase pertama dari pembangunan pabrik tersebut baru mencapai 150.000 ton per tahun.

Eddy mengatakan pabrik baru tersebut membuat kapasitas terpasang perseroan menjadi 650-000 ton—700.000 ton per tahun. Pabrik terbaru tersebut direncanakan akan memasok permintaan di Indonesia bagian tengah dan barat. Eddy mengatakan tingginya kapasitas terpasang pabrik teranyar tersebut disebabkan oleh otomatisasi produksi.

Menurutnya, fase kedua pembangunan pabrik tersebut akan dimulai dua tahun lagi dengan investasi tambahan mencapai US$5 juta. Secara total, pabrik terbaru Sika Indonesia menyerap investasi sejumlah US$16,4 juta. Eddy memproyeksikan pabrik tersebut akan mencapai break event point sekitar 2028—2030.

Adapun, dua pabrik Sika lainnya berada di Bogor dengan fokus produksi aditif beton dan Gresik dengan fokus produksi mortar curah dan ritel.

Eddy menyatakan rampungnya sebagian proyek infrastruktur pemerintah membuat serapan mortar teknikal perseroan terkoreksi 1%.. Namun, Eddy mengatakan produksi mortar perseroan tetap tumbuh 2%-3%. Pihaknya memproyeksikan volume produksi perseroan dapat tumbuh melambat dari realisasi tahun lalu lebih dari 15% menjadi 2%.

“Kami tumbuh walaupun [konsumsi] semen minus, ini bagus lah. Tahun lalu produksi tumbuh lebih dari 15%, soalnya ada proyek infrastruktur,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen proyek infrastruktur
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top