Nilai Komitmen Investasi di KEK Capai Rp85,3 Triliun

Tenaga kerja yang terserap dari KEK sudah mencapai 8.686 orang.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  13:27 WIB
Nilai Komitmen Investasi di KEK Capai Rp85,3 Triliun
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang berada di Pulau Bintan Kepulauan Riau, yang merupakan sentra choke point Selat Malaka, berdekatan dengan Batam Free Trade Zone dan Selat Philip. /Foto http:/ - kek.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga Oktober 2019, nilai komitmen investasi dari keseluruhan kawasan ekonomi khusus sudah mencapai Rp85,3 triliun.

Tenaga kerja yang terserap dari KEK juga sudah mencapai 8.686 orang.

"Kehadiran KEK di daerah punya andil besar terhadap peningkatan ekonomi daerah tersebut dan perekonomian nasional pada umumnya," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Kamis (10/10/2019).

Meski demikian, Darmin menilai jumlah tenaga kerja yang terserap dari KEK masih belum sesuai dengan ekspktasi, padahal nilai komitmen investasinya sudah cukup tinggi.

Menurut Darmin, hal ini disebabkan oleh pembebasan lahan dari KEK yang hingga saat ini masih terkendala.

Darmin menceritakan bahwa dalam implementasinya, pemerintah sudah langsung memproses Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) ketika pembebasan lahan baru mencapai 20%-30%.

Hal ini mengakibatkan harga lahan yang menjadi KEK mendadak menjulang tinggi sehingga menyebabkan proses pembebasan lahan pun terhambat.

"Jadi sekarang beli dulu tanahnya baru kita proses RPP-nya," ujar Darmin.

Hingga saat ini, sudah terdapat 10 KEK yang beroperasi yakni KEK Sei Mangkei (Sumatra Utara), KEK Tanjung Lesung (Banten), KEK Palu (Sulawesi Tengah), KEK Bitung (Sulawesi Utara), dan KEK Morotai (Maluku Utara).

Lebih lanjut, terdapat pula KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (Kalimantan Timur), KEK Mandalika (Nusa Tenggara Barat), KEK Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), KEK Arun Lhokseumawe (Aceh), dan KEK Galang Batang (Kepulauan Riau).

Selain 10 yang telah disebutkan, KEK Sorong (Papua Barat) akan menjadi KEK ke-11 yang rencananya akan diresmikan operasionalnya besok, Jumat (11/10/2019).

Selain itu, sudah ada dua KEK baru yakni KEK Singhasari (Jawa Timur) yang baru saja ditetapkan melalui PP No. 68/2019 dan KEK Tanjung Api-Api (Sumatra Selatan) yang sudah ditetapkan dan menunggu memasuki tahap operasional.

Dari 10 KEK yang telah beroperasi, masih terdapat banyak KEK yang lahan terbangunnya masih rendah.

Beberapa KEK yang realisasi lahan terbangunnya masih rendah seperti contoh KEK Bitung yang baru membangun 2,3% dari lahan yang mencapai 534 hektare, KEK Morotai dengan lahan terbangun 1,4% dari luasan lahan mencapai 1.101,76 hektare, dan KEK Sorong dengan lahan terbangun mencapai 2,9% dari luasan lahan mencapi 53,7 hektare.

Akibat rendahnya capaian penggunaan lahan dari KEK yang ada, realisasi investasi dari KEK pun baru sebesar Rp21 triliun dari komitmen mencapai Rp85,3 triliun.

Hal ini pula yang menjelaskan mengapa serapan tenaga kerja di KEK masih rendah.

"Mereka seharusnya ada masterplan tahunan, itu ada target investasi yang masuk dan itu agak melenceng terlambat dari timeline," ujar Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, Kamis (10/10/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kek

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top