Bisnis Properti PT Pos Indonesia sejak 2013 Belum Bergerak, Kenapa?

Bisnis properti yang dijalankan PT Pos Indonesia dilakukan dengan memanfaatkan aset-aset yang ada.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  06:40 WIB
Bisnis Properti PT Pos Indonesia sejak 2013 Belum Bergerak, Kenapa?
Ilustrasi: Pekerja mendata paket barang sebelum dialihkan ke pusat pemrosesan pos untuk dikirim ke tujuan, di Kantor Pos Besar Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan bisnis ke sektor properti tengah gencar dilakukan sejumlah badan usaha milik negara termasuk PT Pos Indonesia.

Bisnis properti yang dijalankan PT Pos Indonesia dilakukan dengan memanfaatkan aset-aset yang ada.

Sebagai bukti keseriusan dalam menjalankan bisnis properti, perusahaan telah membentuk anak usaha yang fokus bergerak di bidang tersebut yaitu PT Pos Properti Indonesia sejak 2013.

Meskipun demikian, hingga saat ini Pos Properti Indonesia memang belum terlalu agresif untuk mengembangkan bisnis propertinya.

Direktur Utama Pos Properti Indonesia Handriani Tjatur Setiowati mengatakan bahwa rencana pembangunan proyek properti masih belum terlaksana karena saat ini pihaknya masih melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah calon investor.

“Belum ada aset yang dikerjasamakan untuk pengembangan properti karena masih penjajakan dengan investor,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (8/10/2019).

Dia menuturkan bahwa penjajakan kerja sama itu dilakukan untuk pemanfaatan aset-aset Pos Indonesia yang dapat dikembangkan menjadi hotel dan properti lainnya.

Meski belum ada pembangunan proyek properti pada aset milik Pos Indonesia, tetapi Handriani mengatakan bahwa saat ini sudah ada beberapa aset yang dimanfaatkan sebagai ruang kerja Bersama (co-working space).

Sejumlah aset yang telah dimanfaatkan sebagai ruang kerja bersama itu tersebar di beberapa lokasi yaitu Jakarta, Malang, Bandung, dan Lampung.

Sebelumnya, Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan studi untuk pengembangan pada aset-aset yang dimiliki perusahaan di beberapa lokasi.

“Ada beberapa aset yang sudah mulai tidak digunakan karena adanya pergeseran bisnis dan aset itu berpotensi untuk dijadikan area komersial, perkantoran, dan hotel,” kata Gilarsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, pt pos indonesia

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top