PBB Dorong SDGs Indonesia Melalui Konsep Blue Economy

Resident Coordinator for Indonesia United Nations, Anita Nirody menyatakan Indonesia adalah negara yang menjadikan sektor kelautan sebagai tulang punggung perekonomian. Meski demikian, masih perlu peningkatan terkait pembiayaan yang inovatif, pemberdayaan perempuan pesisir, pemberdayaan generasi muda di pesisir, dan pengembangan pemerintahan yang baik.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  17:10 WIB
PBB Dorong SDGs Indonesia Melalui Konsep Blue Economy
Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB di New York - Reuters/Mike Segar

Bisnis.com, JAKARTA – United Nations mendorong Indonesia untuk bisa menghasilkan pencapaian yang signifikan dalan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals melalui pemanfaatan konsep blue economy.

Resident Coordinator for Indonesia United Nations, Anita Nirody menyatakan Indonesia adalah negara yang menjadikan sektor kelautan sebagai tulang punggung perekonomian. Meski demikian, masih perlu peningkatan terkait pembiayaan yang inovatif, pemberdayaan perempuan pesisir, pemberdayaan generasi muda di pesisir, dan pengembangan pemerintahan yang baik.

Oleh sebab itu untuk mengakomodasi hal tersebut, Indonesia disarankan mengadopsi konsep Blue Economy dalam aktivitas perekonomian wilayah pesisir. Selain Blue Economy, Anita juga menyebutkan pentingnya pemerintah Indonesia melalui Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerjasama dengan investor merumuskan mekanisme pembiayaan lain. Contohnya; Islamic Finance, dan Green Bonds.

“Kami menilai pentingnya peran private sector secara langsung melalui SDGs ini sehingga perlu ada interlinkage SDGs dengan tujuan multistakeholders,” ungkapnya di Fairmont Hotel, Selasa (8/10/2019).

Selain konsep pembiayaan, Anita juga menyebutkan pentingnya pemerintah Indonesia mengoptimalisasi peran big data dalam memantau keanekaragaman hayati di wilayah pesisir. Anita menilai, jika pemerintah Indonesia cukup progresif dalam 1 tahun ke depan, maka ada pencapaian yang bisa dilaporkan Indonesia pada Sidang Umum PBB tahun depan.

“Kami sangat mengharapkan partisipasi Indonesia pada Sidang UN Juni 2020, mempresentasikan apa saja pencapaian Indonesia dan apa yang tengah dilakukan,” tutur Anita.

Sementara itu, Sekretaris-Eksekutif UN ESCAP Armida Alisjahbana menyampaikan selain mengupayakan pencapaian SDGs selesai tepat waktu yakni 2030, perlu ada mekanisme mobilisasi yang optimal lintas instansi dan lembaga non-pemerintah serta masyarakat.

Adapun tiga fokus utama yang perlu dikejar dalam waktu deka tantara lain; optimalisasi potensi anak muda, pemberdayaan perempuan, dan teknologi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas Arifin Rudiyanto menyatakan Bappenas tengah mendorong perempuan di kawasan pesisir untuk terlibat ekstra dalam kegiatan ekonomi. Selain mendorong keterlibatan, Arifin menyatakan perempuan di pesisir akan dibekali dengan cara mengelola hasil laut.

“Sehingga hasil tangkapan menjadi olahan yang tahan lama dan mendapatkan nilai tambah,” ujar Arifin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blue economy

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top