KPP Pratama Kebon Jeruk Dua Ajak UMKM Genjot Laba Lewat E-Commerce

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua menggelar Business Develoment Service (BDS) dengan melibatkan 400 Wajib Pajak penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Yunan Hilmi
Yunan Hilmi - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  16:49 WIB
KPP Pratama Kebon Jeruk Dua Ajak UMKM Genjot Laba Lewat E-Commerce
PR & Marketing Manager Modalku, Errik Jaya Tirta menerima plakat penghargaan sebagai apresiasi dari Aly Rahmat Shaleh, Kepala KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua menggelar Business Develoment Service (BDS) dengan melibatkan 400 Wajib Pajak penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam acara yang berlangsung di Universitas Esa Unggul pada Kamis (3/10/2019) tersebut juga menggandeng Tokopedia dan Modalku. 

Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat Erna Sulistyowati yang hadir dalam acara tersebut mengajak kepada pelaku  UMKM untuk mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Fokus program BDS 2019 yakni mengembangkan usaha dengan memanfaatkan aplikasi pemasaran dan pembiayaan yang tersedia secara daring,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis.com, Jumat (4/10/2019).

Pada Pembukaan Business Development Service (BDS) di Universitas Esa Unggul, Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat, Erna Sulistyowati, mengajak UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya.

Aly Rahmat Shaleh, Kepala KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua menambahkan bahwa kendala umum yang dihadapi oleh pelaku UMKM untuk bisa bertahan di dunia bisnis adalah pemasaran dan pemodalan. Dengan menggandeng Tokopedia dan Modalku diharapkan menjadi solusi dua permasalahan tersebut.

“Kami mengundang dua wajib pajak di bidang e-commerce dan fintech untuk mengedukasi para pelaku UMKM, yakni Tokopedia dan Modalku. Tokopedia akan memperkenalkan cara mudah dan cepat untuk mulai jualan di marketplace. Adapun, Modalku memberikan informasi tentang alternatif solusi bagi terbatasnya modal usaha UMKM," jelasnya.

Sundfitris, Vice President of Tax Tokopedia, mengatakan bahwa pihaknya senantiasa terus berupaya untuk mendukung kemajuan UMKM di Tanah Air.

"Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat membantu UMKM yang taat pajak untuk menjual produknya sehingga omzet dapat melejit dan pemerataan ekonomi juga dapat tercapai," kata Sundfitris.

Hal senada diungkapkan oleh PR & Marketing Manager Modalku Errik Jaya Tirta bahwa siap membantu pengusaha UMKM untuk mendapatkan solusi permodalan.

"Kami siap membantu UMKM Indonesia yang membutuhkan modal usaha untuk mengembangkan bisnisnya," ujar Errik.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat dengan Universitas Esa Unggul terkait dengan Tax Center untuk edukasi perpajakan.

Arief Kusuma Among Praja, Rektor Universitas Esa Unggul menyampaikan apresiasi kepada Kanwil DJP Jakarta Barat atas kerja sama tersebut. Menurutnya, pelaku bisnis perlu memiliki kompetensi dalam hal perpajakan.

"Diharapkan dengan adanya Tax Centre, akademisi khususnya mahasiswa sebagai calon pembayar pajak ke depan menyadari kewajibannya untuk menghasilkan karya dan membayar pajak,” ungkapnya.

Dewi Motik yang hadir sebagai Duta Koperasi dan UKM meminta UMKM untuk mengembangkan usahanya sampai sukses dengan diimbangi dengan taat bayar pajak.

"UMKM belajarlah untuk mengembangkan usaha sampai dengan sukses, bayarlah pajak dengan jujur untuk bangsa dan negara yang kita cintai," katanya.

Acara juga turut dimeriahkan oleh kehadiran bazar kuliner olahan UMKM. Peserta BDS berkesempatan mendapat voucher untuk mencicipi berbagai makanan dan minuman yang ditawarkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ditjen pajak, tokopedia, Modalku

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top