Begini Konsep Angkutan Umum di Ibu Kota Baru Versi Menhub

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, konektivitas dan aksesibilitas di ibu kota baru akan sangat mengandalkan transportasi publik atau massal berbasis listrik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  09:08 WIB
Begini Konsep Angkutan Umum di Ibu Kota Baru Versi Menhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi keterangan perihal mobil Esemka kepada wartawan di Boyolali Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). JIBI/Bisnis - Chamdan Purwoko

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan memproyeksikan sarana angkutan umum di ibu kota baru Kalimantan Timur mayoritas atau 75 persen dibuat berbasis listrik dan berbahan bakar ramah lingkungan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, konektivitas dan aksesibilitas di ibu kota baru akan sangat mengandalkan transportasi publik atau massal berbasis listrik.

“Di manapun ibu kotanya, untuk melayani konektivitas dan aksesibilitas, transportasi publik atau massal seperti darat dan kereta api mutlak harus dibangun. Itu sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya dalam siaran pers, Rabu (2/10/2019).

Budi Karya menjelaskan bahwa kota yang memiliki daya tarik adalah kota yang mempunyai konektivitas dan aksesibilitas yang baik.

Menurutnya, konektivitas dan aksesibilitas tersebut dapat dilakukan dengan membangun moda raya terpadu (MRT), lintas rel terpadu (LRT), kereta api dan bus listrik.

Kemenhub juga menargetkan beberapa aspek yang harus dipenuhi transportasi di ibu kota baru seperti pengoptimalan waktu tempuh penggunaan transportasi massal.

“Kami menargetkan perjalanan 20 kilometer, maksimal dapat ditempuh selama 30 menit dan maksimal berjalan kaki 10 menit untuk menuju transportasi umum,” ungkapnya.

Dalam rencana membangun infrastruktur transportasi di Ibu Kota Baru, Kemenhub mempunyai konsep smart city, smart mobility.

Konsep tersebut mendorong orang untuk menggunakan transportasi massal, berjalan kaki dan bersepeda dengan fasilitas yang eco friendly.

Selain itu, Kemenhub menargetkan pada jam sibuk, masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dan meninggalkan mobil pribadi. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkutan umum, Pemindahan Ibu Kota, Ibu Kota Dipindah

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top