WTO Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan ke Level Terendah

Laporan terbaru itu memperingatkan bahwa putaran tarif lebih lanjut dalam ketidakpastian yang tinggi dapat memicu siklus saling tuding antarekonomi yang destruktif.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  07:20 WIB
WTO Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan ke Level Terendah
Markas Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa, Swiss. - Reuters/Denis Balibouse

Bisnis.com, JAKARTA -- Organisasi Perdagangan Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan perdagangan global untuk tahun ini ke level terendah dalam satu dekade.

Laporan terbaru itu memperingatkan bahwa putaran tarif lebih lanjut dalam ketidakpastian yang tinggi dapat memicu siklus saling tuding antarekonomi yang destruktif.

"Volume perdagangan barang dagangan diperkirakan meningkat 1,2% tahun ini dan 2,7% tahun depan, setelah naik 3% pada 2018," tulis laporan WTO, seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (1/10/2019).

Revisi ini menandai penurunan tajam dari proyeksi WTO sebelumnya pada bulan April, ketika organisasi yang berbasis di Jenewa itu memperkirakan kenaikan perdagangan global sebesar 2,6% untuk 2019 dan 3% pada tahun berikutnya.

Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo mengatakan dalam pernyataannya bahwa prospek perdagangan yang suram mengecewakan tetapi sudah diduga sebelumnya.

Menurutnya, konflik perdagangan meningkatkan ketidakpastian, yang menyebabkan beberapa bisnis menunda investasi yang dapat memacu produktivitas dan meningkatkan standar hidup.

"Penciptaan lapangan kerja juga dapat terhambat karena perusahaan mempekerjakan lebih sedikit pekerja untuk memproduksi barang dan jasa untuk ekspor," kata Azevedo.

Laporan WTO ini mengutip berbagai risiko terhadap pertumbuhan perdagangan termasuk meningkatnya ketegangan perdagangan, ketidakpastian terkait Brexit di Uni Eropa dan pergeseran sikap kebijakan moneter di negara maju.

Sejak laporan terakhir WTO, Trump telah meningkatkan tekanannya terhadap China dengan tarif yang lebih tinggi dan terus membebani pertumbuhan ekonomi global.

Wakil Perdana Menteri China Liu He diagendakan untuk mengunjungi Washington untuk memulai kembali perundingan dagang pada pekan kedua Oktober.

Adapun, tarif beberapa impor China diestimasikan meningkat pada 15 Oktober.

Di sisi lain, Komisi Eropa sedang mempertimbangkan rencana untuk segera membalas dengan tarif terhadap  lebih dari US$4 miliar ekspor AS, yang menurut mereka dianggap sebagai pembenaran atas subsidi terlarang kepada Airbus SE, kasus sengketa di WTO yang sudah berlangsung sejak dua dekade lalu.

"Risiko terhadap perkiraan [pertumbuhan] sangat tertekan ke bawah dan didominasi oleh kebijakan perdagangan," kata laporan WTO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
WTO

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top