Turunnya Harga Bahan Makanan Berpotensi Picu Deflasi

Salah satu faktor utama pendorong deflasi adalah turunnya harga bahan makanan selama September 2019. Harga volatile foods seperti bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan sebanyak 0,1% mtm. Harga daging juga menurun 0,05% akibat melimpahnya barang di pasaran karena kebijakan impor pemerintah.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 September 2019  |  16:54 WIB
Turunnya Harga Bahan Makanan Berpotensi Picu Deflasi
Ilustrasi - hargababel.com

Bisnis.com, JAKARTA - Turunnya harga bahan makanan diperkirakan akan membuat September 2019 mengalami deflasi.

Ekonom Kepala Maybank Indonesia Juniman mengungkapkan, deflasi secara month-to-month (mtm) diperkirakan berada pada level  -0,11%. Sementara itu, secara year-on-year (yoy) inflasi diprediksi pada level 3, 56%.

Salah satu faktor utama pendorong deflasi adalah turunnya harga bahan makanan selama September 2019. Harga volatile foods seperti bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan sebanyak 0,1% mtm. Harga daging juga menurun 0,05% akibat melimpahnya barang di pasaran karena kebijakan impor pemerintah.

Komoditas cabai merah juga mengalami penurunan harga sekitar 0,05% hingga 0,07% mtm. Adapun bahan pangan yang mengalami kenaikan adalah beras sebesar 0,01% mtm.

"Kenaikan ini karena musim kemarau di sejumlah daerah yang menyebabkan gagal panen serta kebijakan operasi pasar yang dilakukan Bulog untuk mencegah kelangkaan," jelas Juniman pada Senin (30/9/2019).

Pada sektor nonmakanan, harga emas yang tetap stabil juga mendorong terjadinya deflasi. Sementara itu, tambahan inflasi didapat dari biaya pendidikan universitas atau akademi karena sejumlah perguruan tinggi baru memulai kegiatannya pada September.

Kenaikan pada sektor ongkos pendidikan turut berpengaruh pada tingkat inflasi inti. Juniman memperkirakan angka inflasi inti pada 3,26% yoy serta 0,24% mtm.

"Penopang inflasi inti adalah harga sewa dan kontrak rumah yang cenderung naik, serta naiknya harga mobil karena kenaikan Bea Balik Nama [BBN] di wilayah Jakarta," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi pada Agustus 2019 tercatat pada 0,12% mtm serta 3,49% yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top