Revitalisasi Jalur Kereta Pantura Perlu Rp60 Triliun

Proses menghidupkan kembali jalur kereta api pantai utara (pantura) Jawa diperkirakan membutuhkan dana Rp60 triliun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 September 2019  |  02:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Revitalisasi atau proses menghidupkan kembali jalur kereta api pantai utara (pantura) Jawa diperkirakan membutuhkan dana Rp60 triliun, namun angka itu masih dapat berubah karena harus menunggu hasil survei persiapan (preparatory survey) yang dimulai sekitar Oktober 2019.

Perwakilan Senior Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) di Indonesia Tomoyuki Kawabata dalam taklimat media di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa (24/9/2019), menjelaskan biaya dapat menjadi lebih murah atau lebih mahal tergantung dari rencana revitalisasi jalur kereta api di pantura, misalnya, pembangunan jalur bawah tanah (underpass) akan menelan lebih banyak biaya daripada jalur layang (flyover).

"Dalam preparatory survey ini kami akan mempertimbangkan banyak faktor, seperti detail jalur, komponen yang akan digunakan di masa depan dan estimasi biaya secara detail, serta rencana menjalankan proyek," kata Kawabata menjawab pertanyaan Antara dalam taklimat media.

Rencananya, survei persiapan membutuhkan waktu sekitar satu sampai 1,5 tahun. Namun pada Mei 2020, tim survei JICA akan menyampaikan hasil kajian sementara kepada pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pemerintah Jepang dan pemerintah Indonesia telah menandatangani kesepakatan teknis untuk proyek revitalisasi jalur kereta api pantai utara yang rencananya juga akan menjadi jalur kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.

Penandatanganan dilaksanakan di Jakarta, Selasa, dengan pemerintah Indonesia diwakili Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto.

Sementara pihak Jepang diwakili Direktur urusan Ekonomi Kedubes Jepang Tadayuki Miyashita dan Perwakilan Senior Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) Tomoyuki Kawabata.

Penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, dan Kepala Perwakilan JICA Yamanaka Shinichi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kereta Cepat

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top