Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin : Harga Gas Harus Turun

Harga gas bagi pelaku industri nasional dinilai mendesak untuk diturunkan guna meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 25 September 2019  |  10:42 WIB
Johnny Darmawan, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri (kedua dari kanan) memberikan keterangan di sela-sela focus group discussion bertajuk 'Kepastian Impelementasi Penurunan Harga Gas Bumi Sesuai Peraturan Presiden No. 40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi', Rabu (25/9/2019). - Bisnis/Oktaviano D.B. Hana
Johnny Darmawan, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri (kedua dari kanan) memberikan keterangan di sela-sela focus group discussion bertajuk 'Kepastian Impelementasi Penurunan Harga Gas Bumi Sesuai Peraturan Presiden No. 40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi', Rabu (25/9/2019). - Bisnis/Oktaviano D.B. Hana

Bisnis.com, JAKARTA – Harga gas bagi pelaku industri nasional dinilai mendesak untuk diturunkan guna meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Johnny Darmawan, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri, mengatakan langkah itu perlu dilakukan lantaran harga gas berkontribusi besar bagi biaya produksi sektor manufaktur, yakni sekitar 20% - 30%. Bila tidak turun, katanya, daya saing produk nasional di pasar global kian lemah.

"Indonesia tidak bersaing, lantaran harga gas dan upah. Kita harus menurunkan harga gas," katanya dalam focus group discussion bertajuk Kepastian Impelementasi Penurunan Harga Gas Bumi Sesuai Peraturan Presiden No. 40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi, Rabu (25/9/2019).

Johnny menjelaskan pemerintah telah beritikad baik dengan menetapkan Perpres No. 40/2016. Regulasi yang ditetapkan pada Mei 2016 itu mengatur harga gas bumi senilai US$6 per MMBTU.

Namun, implementasinya dinilai masih jauh dari harapan hingga saat ini. "Ada inkonsistensi dalam kebijakan pemerintah terkait harga gas," katanya.

Apalagi, dia mengatakan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) telah mewacanakan kenaikan harga gas bumi kepada pelanggan segmen industri per 1 Oktober 2019.

Realisasi penaikan harga itu pun dipastikan menganggu daya saing produk-produk ekspor nasional dari sejumlah sektor manufaktur, seperti keramik, pupuk, dan kimia. Oleh karena itu, jelasnya, problem harga gas ini mesti dibahas lebih lanjut oleh semua pemangku kepentingan.

"Kita harus sepakat, harga gas harus turun," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin indonesia
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top