Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penggerak Ekonomi Kuartal III/2019

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan pada kuartal III/2019 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,1%. Sejumlah aspek yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari kuartal sebelumnya 5,05%, adalah konsumsi swasta dan konsumsi rumah tangga.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 23 September 2019  |  10:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh diprediksi menjadi stimulus untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2019.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan pada kuartal III/2019 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,1%. Sejumlah aspek yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari kuartal sebelumnya 5,05%, adalah konsumsi swasta dan konsumsi rumah tangga.

"Ini karena ada faktor pengeluaran lembaga non rumah tangga," ujar Perry di kompleks Bank Indonesia, Jumat (20/9/2019).

Perry menyebut asumsi konsumsi rumah tangga tinggi ini diperkuat oleh harga beli yang terkendali. Selain itu bantuan sosial dari pemerintah ikut menjaga pertumbuhan rumah tangga.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan pertumbuhan ekonomi tahun ini masih moderat.

Dia menilai bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa tercapai sampai 5,1% jika realisasi investasi bisa ditingkatkan.

Salah satu yang bisa diandalkan adalah memastikan keterlibatan swasta lebih besar pada hilirisasi industri manufaktur.

"Kalau hilirisasi bisa diperbaiki dan bisa mendorong investasi pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi," papar Bambang.

Sampai 2024 sebesar 5,4% hanya bisa terwujud dengan mendorong Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada 5 tahun ke depan.

Sebaliknya, ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2019 ini masih akan sangat dipengaruhi oleh perlambatan global. Alhasil, konsumsi rumah tangga juga ikut terpengaruh, khususnya harga komoditas.

"Umumnya setelah Lebaran ada tren konsumsi menurun dan pola sebelumnya, jadi lebih rendah kuartal I dan III," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konsumsi rumah tangga

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top