LAPORAN DARI CHINA: Benar, Mobil Listrik Wuling RI Mengaspal di Australia?

PT SGMW Motor Indonesia, pabrikan Wuling di Indonesia, bakal mengekspor mobil listrik ke Australia berkat Indonesia Australia-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang diteken pada 4 Maret 2019.
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 23 September 2019  |  07:00 WIB
LAPORAN DARI CHINA: Benar, Mobil Listrik Wuling RI Mengaspal di Australia?
Mobil Listrik Wuling E100. - Foto Bisnis.com

Bisnis.com, NANNING, China — PT SGMW Motor Indonesia, pabrikan Wuling di Indonesia, bakal mengekspor mobil listrik ke Australia berkat Indonesia Australia-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang diteken pada 4 Maret 2019.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan perjanjian kerja sama bilateral Indonesia-Australia memiliki tarif khusus untuk electric car.

“Dari berbagai perjanjian kerja sama bilateral yang diteken, yang paling menarik dan menonjol adalah dengan Australia, karena Indonesia mendapat tarif yang terbaik untuk electric cars,” ujarnya usai menyampaikan paparan dalam froum perdagangan dan investasi dalam rangkaian The 16th China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan The 16th China-Asean Business and Investment Summit (CABIS), Minggu (22/9/2019).

Enggartiasto menyebut Wuling pun siap menambah investasinya di Indonesia untuk memproduksi mobil listrik, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor. “Kami sudah minta itu.”

Adapun, Wakil Presiden SGMW Automobile Co. Ltd Yao Zuoping, yang hadir dalam forum The 16th China-Asean Business and Investment Summit 2019 (CABIS), pertemuan antara Indonesia dengan sejumlah pengusaha, yang diadakan di Hotel Grand Metropark, Nanning, China, Sabtu (21/9/2019), mengatakan Wuling akan bekerja keras untuk itu.

“Kami akan terus mendorong ekspor dari pabrikan kami di Indonesia. Tahun ini saja kami sudah ekspor 3.000 mobil ke Thailand. Kami akan terus ekspansi di Asia Tenggara,” jelasnya.

Zuoping memaparkan nilai investasi yang ditanamkan di Indonesia sudah mencapai US$700 juta. “Perkembangannya cukup baik. Banyak menyerap tenaga kerja. Sekitar 1.000 karyawan di otomotif. Dari hilir ke hulu, totalnya ada sekitar 6.000 karyawan,” tambahnya.

Selama 2 tahun kehadirannya di Tanah Air, pabrikan China ini berhasil masuk dalam daftar 10 merek mobil terlaris di Nusantara dengan bertengger di urutan kesembilan. Ada empat produk yang dipasarkan yakni Confero, Cortez, Formo, dan Almaz. Saat ini Wuling memiliki 29.000 konsumen di seluruh Nusantara dengan sekitar 100 jaringan dealer untuk mendukung layanan purnajual.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat Wuling telah memasarkan sebanyak 6.341 unit pada Januari-Mei 2019. Pada tahun lalu, mereka mengirimkan kendaran ke dealer sebanyak 17.002 unit.

Adapun, kerja sama perdagangan bilateral antara RI dan Negeri Kangguru di bawah kerangka IA-CEPA telah diteken 4 Maret 2019 setelah melalui negosiasi lebih dari 9 tahun.

Enggartiasto sempat menjelaskan dalam kerja sama itu, kendaraan listrik dan hibrid asal Indonesia akan dipermudah ketimbang produk sejenis dari negara lain. “Persyaratan kualifikasi konten lokal lebih mudah. Ini akan membuat industri otomotif lebih berdaya saing dalam mengekspor kendaraan listrik ke Australia.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, Wuling Motors

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top