Produksi Migas Pertamina Hulu Energi (PHE) Lampaui Target

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebanyak 218.258 barel setara minyak per hari (boepd) atau 100,1 persen dari target sebanyak 218.000 boepd per Agustus 2019. 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 September 2019  |  09:26 WIB
Produksi Migas Pertamina Hulu Energi (PHE) Lampaui Target
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebanyak 218.258 barel setara minyak per hari (boepd) atau 100,1 persen dari target sebanyak 218.000 boepd per Agustus 2019. 

Direktur Utama PHE Meidawati mengatakan capaian produksi PHE per Agustus ini sudah memperhitungkan dampak tumpahan minyak dari Proyek YY, di Blok ONWJ.

Untuk rata-rata produksi minyak yang dikelola PHE tercatat sebesar 78.657 barel per hari (bph) atau baru 99 persen dari target sebanyak 79.471 bph. Berbeda dengan produksi minyak, rata-rata produksi gas tercatat 818 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau 102 persen dari target 804 mmscfd. 

“Jadi, realisasi produksi minyaknya memang 99 persen, tapi kalau gas bumi 102 persen. Jadi kalau produksi migasnya 101 persen. Itu sudah [memperhitungkan dampak] Proyek YY dan hambatan beberapa sumur,” tuturnya, Minggu (22/9/2019). 

Berbeda dengan target kinerja tahunan, realisasi kinerja produksi melebihi target Januari–Agustus. Produksi minyak rata-rata untuk Januari–Agustus mencapai 79.326 bph, melebihi target untuk periode yang sama, yakni 78.435 bph. 

Sementara itu, rata-rata produksi gas bumi tercatat 813 mmscfd atau melompat dari target untuk periode Januari–Agustus 781 mmscfd. 

Kendati kinerja rata-rata produksi hingga bulan kedelapan tahun ini relatif memuaskan, Meidawati mengatakan kinerja pengeboran sumur eksplorasi dan pengembangan masih jauh dari target. 

Sejauh ini realisasi pengeboran sumur eksplorasi, sebanyak 1 sumur dari target 9 sumur. Untuk pengeboran pengembangan baru terealisasi 27 sumur dari target 33 sumur. Meidawati menyebutkan bahwa kendala yang dihadapi sama, yakni keterbatasan rig.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, migas

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top