Hilang Kontak di Papua, Pesawat Twin Otter PK-CDC Masih Belum Ditemukan

Hari ini pencarian atas pesawat Twin Otter dengan nomor registrasi PK-CDC milik PT Carpendiem kembali dilakukan. Pesawat tersebut hilang kontak dalam penerbangan Timika menuju Ilaga pada Rabu (18/9/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 September 2019  |  09:43 WIB
Hilang Kontak di Papua, Pesawat Twin Otter PK-CDC Masih Belum Ditemukan
Rekaman penerbangan wTin Otter nomor registrasi PK-CDC milik PT Carpendiem yang tertangkap radar - flightradar24.com

Bisnis.com, TIMIKA - Hari ini pencarian atas pesawat Twin Otter dengan nomor registrasi PK-CDC milik PT Carpendiem kembali dilakukan. Pesawat tersebut hilang kontak dalam penerbangan Timika menuju Ilaga pada Rabu (18/9/2019).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika Monce Brury kepada Antara di Timika, Kamis (19/9/2019), mengatakan upaya pencarian pesawat nahas tersebut masih terus dilakukan. Pencarian melibatkan puluhan personel SAR gabungan dan didukung dua armada pesawat.

Tim SAR gabungan berjumlah 13 orang terdiri atas Basarnas Timika, TNI AU dan Brimob mulai bergerak dari Bandara Timika pada pukul 06.12 WIT menggunakan pesawat Twin Otter PK-CDJ milik PT Carpendiem.

"Setelah melakukan pencarian sekitar satu jam di titik koordinat yang kita duga namun ternyata nihil maka tim kembali ke Timika. Kondisi cuaca di lokasi bagus, cerah. Memang ada sedikit berawan di tempat-tempat tertentu tapi pada umumnya cerah," jelas Monce.

Selanjutnya pada pukul 08.00 WIT tim kedua berangkat dengan pesawat yang sama dari Bandara Timika melakukan pencarian melebar ke arah Distrik Jila, Kabupaten Mimika.

Pencarian ke arah Jila lantaran ada informasi bahwa ada kru pesawat Twin Otter PK-CDC yang hilang kontak berobat di Puskesmas Jila.

"Kami belum bisa memastikan info itu betul atau tidak. Kami masih menunggu info resmi dari tim yang sedang dalam perjalanan ke Jila," kata Monce.

Selanjutnya pada pukul 09.00 WIT satu tim lagi dari personel Brimob Mabes Polri menggunakan helicopter Caracal TNI AU berangkat dari Bandara Timika untuk melakukan pencarian pesawaat Twin Otter PK-CDC yang hilang kontak.

Membawa Beras Bulog

Pesawat Twin Otter DHC6 dengan nomor registrasi PKCDC milik PT Carpendiem itu diketahui mengangkut beras 1.700 kilogram milik Perum Bulog.

Ilham selaku perwakilan PT Carpendiem di Timika, Rabu, mengatakan pesawat tersebut dicarter Bulog Timika untuk mengangkut beras program rastra ke Ilaga, Kabupaten Puncak.

"Pesawat ini dicarter oleh Bulog untuk angkut beras ke Ilaga," kata Ilham, Rabu.

Pesawat tersebut dikemudikan Pilot Dasep dengan Copilot Yudra dan mekanik Ujang.

Ilham menerangkan pesawat sempat terbang ke Ilaga dan Mulia pada pagi harinya.

Setelah kembali ke Timika, pesawat tersebut pada pukul 10.35 WIT kembali terbang ke Ilaga untuk mengangkut beras Bulog dan seharusnya mendarat di Bandara Ilaga pada pukul 11.09 WIT.

"Kami menerima informasi dari kantor bahwa pesawat dinyatakan hilang kontak pada pukul 10.53 WIT atau sekitar 20 menit penerbangan dari Timika dan sekitar 10 menit tiba di Ilaga," jelas Ilham.

Pihak Carpendiem mendatangkan satu unit pesawat dari Nabire untuk membantu operasi pencarian pesawat yang hilang kontak tersebut.

Ilham mengatakan pesawat yang hilang kontak tersebut merupakan pesawat baru dan telah beroperasi di Timika kurang dari satu tahun.

Kepala Unit Pengelola Bandar Udara/UPBU Mozes Kilangin Timika Ambar Suryoko mengatakan pihak Airnav Timika telah melaporkan insiden hilang kotaknya pesawat Twin Otter DHC6 PKCDC itu kepada Basarnas Timika dan Satuan Radar Timika.

Pada Rabu siang, Kantor SAR Timika mengerahkan sejumlah personel untuk membantu melakukan pencarian dari udara di lokasi hilang kontaknya pesawat Twin Otter DHC6 PKCDC tersebut. Tim SAR menggunakan pesawat jenis grand caravan dari Bandara Timika.

Membawa Anggota Brimob

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengakui ada anggota Brimob yang ikut dalam pesawat Twin Otter yang hilang kontak dalam penerbangan Timika-Ilaga, Rabu(18/9).

"Benar ada anggota Brimob yang menjadi penumpang di pesawat dengan nomor penerbangan PK CDC yakni Bharada Hadi Utomo yang bertugas di Ilaga," kata Kombes Kamal kepada Antara di Jayapura, Rabu.

Kamal belum dapat memastikan satuan anggota Brimob tersebut karena Kapolres Puncak Jaya yang membawahi Kabupaten Puncak hanya melaporkan adanya anggota Brimob dalam pesawat milik PT.Carpediem.

Kepala Bandara Timika Ambar Suryoko secara terpisah mengatakan, pesawat carter yang hilang kontak itu mengangkut 1.600 kg beras itu dijadwalkan tiba di Ilaga sekitar pukul 11.09 WIT.

Kabut Tebal

Pencarian pada hari pertama dihentikan pada Rabu petang lantaran kondisi cuaca berkabut tebal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika Monce Brury kepada ANTARA di Timika, Rabu, mengatakan pada Rabu siang sekitar pukul 15.10 WIT sebanyak 10 personel yang terdiri atas Basarnas, Brimob dan TNI AU bersama lima kru pesawat PK CDJ jenis Twin Otter milik PT Carpendiem berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Ilaga, Kabupaten Puncak guna melakukan pencarian dari udara pesawat yang hilang kontak.

Namun karena kabut tebal menutupi kawasan dataran tinggi Papua di antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Puncak maka pilot memutuskan pesawat kembali ke Bandara Timika.

"Sampai di ketinggian sekitar 7.000 kaki kami sudah tidak bisa melihat apa-apa di bawah karena tertutup kabut tebal, maka pilot memutuskan pesawat balik kanan ke Timika. Kami mendarat kembali di Bandara Timika sekitar pukul 15.40 WIT," jelas Monce.

Selain personel Basarnas, TNI AU dan Brimob, juga akan melibatkan tim Emergency Response Group/ERG PT Freeport Indonesia.

Monce mengatakan untuk pencarian lanjutan pesawat yang hilang kontak pada Kamis (19/9) akan melibatkan sekitar tiga unit pesawat yaitu Pesawat Karaka milik TNI AU, Pesawat PK CDJ milik PT Carpendiem ditambah satu unit helikopter bell milik PT Freeport Indonesia.

"Esok direncanakan ada tiga armada yang digunakan untuk mendukung operasi SAR pencarian pesawat Carpendiem yang hilang kontak," kata Monce, Rabu.

Saat ini pihak SAR Timika bersama Pangkalan TNI AU Yohanis Kapiyau Timika membuka posko pencarian dan evakuasi korban Pesawat Carpendiem PK CDC bertempat di Kantor Pemadam Kebakaran milik PT AVCO yang berlokasi di sekitar area Bandara Mozes Kilangin Timika.

Pesawat Twin Otter DHC6 dengan nomor registrasi PK CDC milik PT Carpendiem yang hilang kontak dalam penerbangan rute Timika-Ilaga pada Rabu sekitar pukul 10.54 WIT dikemudikan Kapten Pilot Dasep dengan Copilot Yudra dan mekanik Ujang.

Pesawat nahas tersebut membawa serta seorang penumpang yaitu Baharada Hadi yang diketahui merupakan anggota Brimob dan beras bulog sebanyak 1.700 kilogram.

Ilham selaku perwakilan PT Carpendiem di Timika, Rabu, mengatakan pesawat tersebut dicarter oleh pihak Bulog Timika untuk mengangkut beras program rastra ke Ilaga, Kabupaten Puncak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kecelakaan pesawat

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top