Real Estate Power Bidik Konsumen Akhir

Fasilitas pendidikan yang disediakan, lanjut dia, untuk usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Lalu, jenis sekolah yang dihadirkan disesuaikan dengan segmen yang dibidik di masing-masing proyek
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 September 2019  |  08:58 WIB
Real Estate Power Bidik Konsumen Akhir
Penghuni menjemur pakaian di sebuah apartemen di Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang Real Estate Power (Repower) bakal membidik lebih banyak konsumen dari kalangan end user ketimbang para investor. Karena itu, Repower mengandalkan kekuatan konsep pengembangan berorientasi pendidikan (education oriented development /EOD).

“Sekolah adalah fasilitas dari apartemen atau hunian tapak yang kami bangun. End user harus dominan, perbandingannya, bisa 60:40. Sekolah atau fasilitas pendidikan adalah kekuatan hunian yang kami bangun,” kata Andy Natanael, direktur PT Repower Asia Indonesia, Rabu (17/9).

Fasilitas pendidikan yang disediakan, lanjut dia, untuk usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Lalu, jenis sekolah yang dihadirkan disesuaikan dengan segmen yang dibidik di masing-masing proyek

“Para konsumen end user atau orang tua, kini mempertimbangkan lokasi sekolah ketika membeli hunian. Segmen ini yang ingin kami bidik,” tegas Andy.

Menurut Andy, kenyamanan utama para orang tua adalah memberi pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Semakin dekat lokasi sekolah dengan kualitas pendidikan yang bermutu, kian mendorong konsumen untuk membeli hunian yang ditawarkan.

“Konsumen tipe ini kebanyakan adalah end user, bukan investor. Walau, tentu saja hunian yang kami bangun dapat juga sekaligus sebagai instrumen investasi,” sergahnya.

Andy melanjutkan, bila mayoritas apartemen yang dibangunnya dimiliki oleh investor, dikhawatirkan terjadi penurunan harga di pasar sekunder. Misal, bila apartemen dimiliki oleh berkisar 70% - 90% investor yang semata mencari keuntungan (capital gain), harga di pasar sekunder akan melemah.

“Karena tujuan mereka [investor] ingin menjual kembali, pasar kelebihan penawaran. Saat itulah hukum ekonomi muncul, semakin banyak penawaran, harga kian turun. Saat ini, di pasar sekunder harga terpangkas berkisar 30-40%,” jelas Andy.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Repower Asia Indonesia Aulia Firdaus mengatakan, kini pihaknya menyiapkan proyek di Jakarta Selatan, Bekasi Timur, dan Tangerang. Proyek apartemen yang tersebar di tiga lokasi tersebut akan dibangun mulai 2020 dan ditargetkan rampung berkisar 2021 hingga 2023.

Adapun, segmentasi pasar yang dibidik adalah kalangan menengah dan menengah atas.

“Selain hunian yang nyaman, apartemen tersebut ditunjang berbagai fasilitas pendidikan yang berkualitas dan area komersial yang memadai,” jelas Aulia Firdaus.

Dia mengaku, selain fasilitas pendidikan, Real Estate Power (Repower) menghadirkan proyek hunian dengan akses yang mudah. Salah satunya, proyek di Tangerang yang letaknya di tengah kota sehingga akses transportasinya sangat bagus.

“Proyek menjadi kian kuat bila dilengkapi fasilitas pendidikan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top