Percepat Produksi, Repsol Ajukan Sertifikasi Cadangan Terbukti di Sakakemang

Langkah SKK Migas dan Repsol untuk melakukan sertifikasi cadangan terbukti di blok Sakakemang diharapkan mendukung pengembangan blok migas dengan temuan cadangan 2 trillion cubic feet (TCF) tersebut.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 18 September 2019  |  12:54 WIB
Percepat Produksi, Repsol Ajukan Sertifikasi Cadangan Terbukti di Sakakemang
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Langkah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Repsol untuk melakukan sertifikasi cadangan terbukti di blok Sakakemang diharapkan mendukung pengembangan blok migas dengan temuan cadangan 2 trillion cubic feet (TCF) tersebut.

Hingga saat ini, sertifikasi cadangan terbukti dari blok Sakakemang belum diterbitkan. Kepala Lemigas Setyorini Tri Hutami mengatakan sertifikasi cadangan mengikuti pedoman yang diterapkan oleh industri migas dan sudah diadopsi juga dalam pedoman SKK Migas.

“Lingkup garis besarnya meliputi kajian geologi dan kajian keteknikan. [Untuk sertifikasi cadangan terbukti Sakakemang], belum,” tuturnya, saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (17/9/2019).

Sayangnya, dia masih enggan mengungkapkan proses sertifikasi cadangan terbukti di blok Sakakemang tersebut.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan untuk mempercepat rencana pengembangan (plan of development/PoD) blok Sakakemang di Musi Banyuasin, Repsol akan mengajukan sertifikasi cadangan blok Sakakemang  secara bertahap.

Pada tahap awal, Repsol akan mengajukan sertifikasi cadangan sebesar 1 TCF terlebih dahulu dari potensi cadangan terbukti 2 TCF. Pengajuan tersebut nantinya ditujukan ke Lemigas.

"Kalau dulu kan diperkirakan 2 TCF, nanti kemungkinan ke situ juga. Ini kan sudah [lakukan sertifikasi] 1 TCF oleh lembaga sertifikasi, nanti akan dicek. Dari data bor yang ada, sudah bisa ditentukan bahwa ini 1 TCF," katanya.

Nantinya, gas produksi blok Sakakemang diintegrasikan dengan fasilitas produksi di blok Corridor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, gas bumi

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top