Siap-siap, Starbucks Bakal Masuk Menu Penerbangan Garuda Indonesia

Presiden Direktur PT MAP Boga Adiperkasa Anthony Cottan menyebutkan, telah melakukan pembicaraan terkait dengan produk dari Starbucks untuk bisa masuk di menu in-flight Garuda.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 17 September 2019  |  17:16 WIB
Siap-siap, Starbucks Bakal Masuk Menu Penerbangan Garuda Indonesia
Starbucks. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA -- PT MAP Boga Adiperkasa membuka kemungkinan untuk menawarkan produk dari Starbucks agar bisa masuk dalam Garuda Indonesia In-flight Meals Experiences.

Presiden Direktur PT MAP Boga Adiperkasa Anthony Cottan menyebutkan, telah melakukan pembicaraan terkait dengan produk dari Starbucks untuk bisa masuk di menu in-flight Garuda. Namun, dia menegaskan prosesnya tidak mudah karena perseroan harus mendapatkan lisensi khusus dari kantor pusat di Amerika Serikat.

"Lisensi untuk maskapai berbeda. Jadi harus dapatkan itu dulu, tetapi saat ini sedang dijajaki [dengan Garuda]," katanya kepada Bisnis.com, Senin (16/9/2019).

Direktur Teknik dan Layanan PT Garuda Indonesia Tbk. Iwan Joeniarto (kiri) memberikan cendera mata kepada Presiden Direktur PT MAP Boga Adiperkasa Anthony Cottan, Senin (16/9/2019).  BISNIS/Rio Sandy Pradana 

Dia menuturkan terdapat beberapa produk dari merek yang berada di bawah naungan perseroan untuk bisa ditawarkan kepada maskapai Garuda yang memiliki kategori layanan penuh (full service airline/FSA) tersebut. Perseroan tidak menutup kemungkinan untuk memperluas kerja sama dengan Garuda.

Cottan menegaskan beberapa merek lain yang berpeluang ditawarkan antara lain Cold Stone Creamery produk es krim, Paul Bakery produk kue panggang, hingga Genki Sushi. Peluang Cold Stone sebagai produk es krim cukup besar karena cukup mudah untuk disajikan di dalam penerbangan.

Menurutnya, tidak mudah bisa turut menyediakan makanan bagi penumpang Garuda. Dibutuhkan standar higienitas yang tinggi dengan menjaga rasa agar tetap lezat. "Proses mulai dari pembicaraan formal hingga mencoba olahan resep membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan," ujarnya.

Kerja sama selanjutnya, dinilai tidak harus menunggu sampai 6 bulan. Jika prosesnya sudah tuntas, di menyatakan ksekusi kerja sama bisa lebih cepat.

Sebelumnya, MAP Boga Adiperkasa menggandeng PT Aerofood Indonesia (Aerofood ACS), anak usaha PT Garuda  Indonesia terkait dengan produk dari Krispy Kreme untuk masuk dalam menu in-flight Garuda. Co-branding tersebut akan berlangsung selama 6 bulan ke depan.

Dia juga mengaku akan mengajak Group CEO MAP V.P. Sharma untuk membicarakan peluang kerja sama untuk divisi lain dengan Garuda. Beberapa divisi tersebut adalah Department Store, Fashion & Lifestyle, dan Active (Sports, Leisure, Kids).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, starbucks

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top