Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Olahan Hasil Hutan Sulit Cari Pendanaan

Pengusaha hasil olahan produk hutan  mengakumasih kesulitan untuk mendapatkan pendanaan dari bank. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 13 September 2019  |  10:28 WIB
Pekerja menata potongan kayu Sengon atau Albasia di depo penampungan kayu Desa Kalibanger, Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (4/1/2019). - ANTARA/Anis Efizudin
Pekerja menata potongan kayu Sengon atau Albasia di depo penampungan kayu Desa Kalibanger, Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (4/1/2019). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha hasil olahan produk hutan  mengakumasih kesulitan untuk mendapatkan pendanaan dari bank. 

Pengurus Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) Bidang Pemasaran dan Hubungan Internasional Gunawan Salim mengatakan selama ini jasa keuangan seperti perbankan kurang memberi support terhadap pelaku usaha di bidang perhutanan. 

Misalnya perbankan asing, tuturnya, kurang memberikan merespons karena takut citranya terganggu apabila memberi pendanaan terhadap pelaku usaha hasil kehutanan. Mereka tidak ingin dianggap mendukung pihak yang melakukan penebangan hutan.

Sementara perbankan nasional, lanjut Gunawan, lebih menilai pengusaha atau industri kayu dan kayu olahan kurang prospektif. "Seolah-olah semacam ada negativeness," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, karena tidak adanya dukungan pendanaan itu, akhirnya banyak pelaku industri panel dan kayu olahan meminjam dari pihak tidak resmi. "Kalau ngomong industri kehutanan, seumpama bank menyetujui, kita kena rate bunganya tinggi," tambah Gunawan.

Untuk itu dia berharap pemerintah memberi jalan keluar dan memangkas persoalan yang menyulitkan pengusaha hasil perhutanan. Pasalnya, industri ini prospeknya cukup tinggi mengingat ketersediaan bahan baku lokal.

"Bagaimana supaya industri bangkit silakan pemerintah kalau perlu ajak kita yang kesulitan keuangan diajak duduk bersama, mungkin perlu restrukturisasi atau apa, nanti dibicarakan," tuturnya

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dibagikan Apkindo, realisasi produksi plywood pada kuartal III 2019 lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya pada 2018. Pada 2019, realisasi plywood sebesar 1,69 juta m3, sementara pada 2018 realisasinya mencapai 4,26 juta m3.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutan kayu
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top