Ikatsi : Percuma Ada Safeguard Bila Impor Tekstil Tak Dihentikan Sementara

Tindakan pengamanan atau safeguard untuk sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai akan sia-sia, bila pemerintah tidak menghentikan impor sementara.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 13 September 2019  |  16:51 WIB
Ikatsi : Percuma Ada Safeguard Bila Impor Tekstil Tak Dihentikan Sementara
Industri benang - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Tindakan pengamanan atau safeguard untuk sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai akan sia-sia, bila pemerintah tidak menghentikan impor sementara.

“Percuma diberlakukan safeguard kalau tidak bisa membendung impor” kata Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Suharno Rusdi dalam keterangan resmi, Jumat (13/9/2019).

Rusdi menjelaskan bahwa pengenaan safeguard akan sangat penting bagi industri TPT dalam upaya mengembalikan kesehatannya dalam 3 tahun ke depan, setelah tertekan selama 10 tahun dan tidak berkembang.

Namun, dia menilai langkah yang sudah disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan pertekstilan nasional, termasuk pemerintah, tidak menjamin sektor ini sehat kembali. Pasalnya, besaran safeguard yang saat ini diusulkan dari hulu ke hilir berkisar 2,5% - 30%.

Kisaran safeguard ini, kata Rusdi, tidak akan berpengaruh banyak dan membantu industri TPT untuk kembali sehat.

“Perbedaan harga antara kain lokal dengan kain impor di tingkat konsumen saat ini rata-rata hanya 15% - 20%, di tingkat pengecer berkisar 30% - 40%. Namun, harga asli di gudang importir perbedaannya bisa 60% karena kami melihat ada praktik dumping, under invoice hingga under declare volume,” kata Rusdi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri tpt

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top