Kabut Asap Kian Pekat, Kemenhub : Bandara Daerah Masih Normal

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti menyatakan akan terus berupaya untuk memastikan operasional penerbangan di bandara yang terdampak asap berjalan normal.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 11 September 2019  |  20:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan memastikan operasional bandara di wilayah Sumatra, Kalimantan dan sekitarnya tetap normal kendati terkena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghasilkan kabut asap.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti menyatakan akan terus berupaya untuk memastikan operasional penerbangan di bandara yang terdampak berjalan normal.

“Kami akan terus memantau perkembangan kebakaran hutan di wilayah Sumatra dan Kalimantan serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Semua tim disiapsiagakan dan dapat segera menginformasikan langkah yang tepat untuk mengantisipasi hal-hal yang mengganggu penerbangan," kata Polana dalam siaran pers, Rabu (11/9/2019).

Hingga kini, di sejumlah wilayah terdapat titik api dengan kategori sedang dan tinggi yang menyebar di Sumatera, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Semua pihak seperti Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), AirNav dan maskapai tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Sementara itu, Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Rahadi Usman Ketapang, Kalimantan Barat, Donny S. Haris mengatakan, kondisi saat ini lebih baik dibandingkan 4 hari yang lalu. Saat itu, jarak pandang hanya 500 meter terjadi pada pukul 06.00 – 08.00 WITA, akibatnya sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan (delay) hingga 4 jam.

“Kondisi saat ini, terjadi delay paling lama 1 sampai 1,5 jam. Kami juga membagikan masker kepada pengguna jasa dan terus melakukan koordinasi dengan kepolisian, Pemprov Kalbar dan stakeholder terkait dalam penanganan kabut asap,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di Bandar Udara, H Asan Sampit, Kalimantan Tengah, kondisi saat ini penerbangan masih berjalan normal.

“Meski ada maskapai yang sempat mengalami delay selama 1 jam karena masalah operasional. Pada pukul 14.47 visibility masih 7 km, asap sekitar runway 13 cukup tebal namun di runway 31 masih normal,” jelas Kepala Unit Penyelenggara Bandara H Asan Sampit, Havandi Gusli.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), Japura Rengat, Indragiri Hulu Riau, Mochammad Kurniawan mengatakan, dampak kabut asap tidak terlalu parah, visibility mencapai 5 kilometer. “Memang tidak ada penerbangan, tapi kita standby khususnya untuk helikopter BNPB untuk melakukan water bombing,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, Kabut Asap, titik panas

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top