APRCE 2021 di Bali: Bagaimana Persiapan Peritel Modern di Indonesia?

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bakal menyiapkan sejumlah hal baru dalam Asia Pacific Retail Conference and Exhibition (APRCE) 2021 yang akan digelar di Bali.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 11 September 2019  |  15:23 WIB
APRCE 2021 di Bali: Bagaimana Persiapan Peritel Modern di Indonesia?
Gerai Alfamart - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bakal menyiapkan sejumlah hal baru dalam Asia Pacific Retail Conference and Exhibition (APRCE) 2021 yang akan digelar di Bali.

APRCE yang berada di bawah naungan Federasi Retail Asia Pasific (Federation of Asia Pacific Retailers Associations/FAPRA) dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Selama ini APRCE mengangkat berbagai macam topik terkini di dunia ritel modern yang dibawakan oleh praktisi dan profesional ritel lewat konferensi serta menampilkan berbagai macam pameran tentang industri ritel modern

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dua kegiatan yang belum pernah dilakukan pada penyelenggaraan APRCE sebelumnya. Kegiatan tersebut antara lain forum link and match dan investment and information services.

Forum link and match disiapkan khusus untuk mempertemukan seluruh pelaku industri ritel modern di Asia dan Pasifik dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Indonesia. Adapun investment and information services adalah layanan berupa pengarahan dan konsultasi yang akan diberikan kepada pelaku industri ritel modern yang hadir apabila ingin berinvestasi di Indonesia.

“UMKM yang selama ini sudah punya akses ke ritel modern atau UMKM unggulan yang dibina oleh kementerian terkait silakan mengikuti link and match untuk memperluas pasarnya ke luar negeri. Kemudian untuk investment information and services, kami akan membuka kesempatan bagi Kementerian Investasi atau saat ini Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memberikan pengarahan, bisa berupa seminar mengenai investasi di Indonesia,” kata Roy kepada Bisnis.com.

Selain itu, menurut Roy APRCE 2021 yang akan digelar pada pekan pertama Oktober 2021 merupakan peluang untuk mempromosikan sektor pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata agar APRCE 2021 bisa memberikan kontribusi besar terhadap sektor pariwisata di Tanah Air.

“Pesertanya bisa mencapai 20.000 orang, mereka tentu akan menikmati sejumlah destinasi wisata di Bali atau mungkin di luar Bali, sangat potensial,” ungkapnya.

Adapun mengenai tema yang akan diangkat pada penyelenggaraan APRCE 2021, Roy menyebut pihaknya sampai saat ini masih belum bisa memastikan lantaran belum mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait, termasuk Presiden Joko Widodo.

Namun, Roy memastikan tema yang nantinya akan menjadi pembahasan utama APRCE 2021 akan sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia, khususnya upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai catatan, pengukuhan Indonesia sebagai tuan rumah APRCE 2021 dilakukan pada penyelenggaraan APRCE 2019 di Chongqing, Tiongkok pada 7-9 September 2019. Secara simbolis, Chairman FAPRA, Tan Sri William H J Cheng menyerahkan penyelenggaraan APRCE 2021 kepada Ketua Aprindo Roy Nicholas Mandey.

APRCE 2021 merupakan kali kedua bagi Indonesia menjadi tuan rumah APRCE. Adapun, pada 2001 Indonesia sempat menjadi tuan rumah APRCE yang digelar di Jakarta oleh Aprindo.

Secara terpisah, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) Solihin menyebut, pihaknya menyambut baik terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah APRCE 2021.

“Tentu kita dukung dan persiapkan sebaiknya agar penyelenggaraan di Indonesia besok bisa bermanfaat dan meninggalkan kesan,” katanya dalam siaran pers, Selasa (10/9/2019)

Lebih lanjut Solihin menjelaskan, selaku pengelola gerai ritel modern Alfamart pihaknya selama ini selalu terlibat dalam penyelenggaraan APRCE. Pada APRCE 2019 yang mengangkat tema "New Retail New Consumption New Dynamics - Cooperation and Sharing" Sumber Alfaria Trijaya ikut mengirimkan delegasi pada kegiatan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Sumber Alfaria Trijaya unjuk gigi dan menunjukkan berbagai strategi dalam menyongsong era industri ritel yang berbasis Internet of Things (IoT).

Menurut Solihin, saat ini pihaknya menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi infomasi melalui inkubasi bisnis terbarunya yakni Alfamart Digital Business yang di dalamnya ada AlfaPop, AlfaMikro, AlfaGift, AlfaMind, AlfaCart dan AlfaTrex.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel modern

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top