Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Patin Terancam Mandek hingga Pertengahan Tahun Depan

Produksi patin olahan dalam negeri diprediksi akan mandek dalam 8 bulan ke depan lantaran tidak adanya bibit yang bisa ditebar dalam 2 bulan terakhir.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 06 September 2019  |  10:34 WIB
Ikan patin - Antara
Ikan patin - Antara

Bisnis.com, BOGOR — Produksi patin olahan dalam negeri diprediksi akan mandek dalam 8 bulan ke depan lantaran tidak adanya bibit yang bisa ditebar dalam 2 bulan terakhir. 

Ketua Bidang Industri Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) Sudiarso menyebutkan 2 bulan terakhir, para pembudi daya patin mengalami kesulitan untuk mendapatkan bibit akibat musim kemarau panjang. 

“Bibitnya enggak ada. Ikan yang harusnya ditanam kemarin itu, nanti akan dipanen 8 bulan lagi, [tapi] enggak ada yang ditanam,” kata Sudiarso kepada Bisnis, Kamis (5/9/2019). 

Menurutnya, suplai benih pada Juni umumnya memang lebih sedikit lantaran kemarau yang menyebabkan induk susah bertelur. Namun, kemarau yang terjadi tahun ini ternyata lebih panjang dari sebelumnya sehingga dalam 2 bulan terakhir para pembudi daya, khususnya yang menjadi pemasok ke industri pengolahan patin, sama sekali tidak mendapatkan bibit yang bisa ditebar. 

Untuk itu, percepatan budi daya dengan memanfaatkan teknologi atau teknik budi daya terbaru dan terbaik diharap bisa menjadi solusi. Salah satunya adalah melalui pemberian pakan berprotein tinggi. 

Dengan demikian, panen patin yang saat ini dilakukan 8 bulan setelah ditebar, diharap bisa dipercepat menjadi 6 bulan.

“Memang biaya akan lebih mahal tetapi ini akan memberikan solusi bagi pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan ekspor,” jelas Sudiarso. 

Padahal, kebutuhan patin sebagai bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industri patin fillet dan portion steak akan makin besar. Hal ini lantaran pengusaha patin berencana memperbesar porsi ekspor patin dalam bentuk portion streak ke Arab Saudi seiring dengan harapan diperolehnya izin mandatori pemenuhan kebutuhan patin dari Indonesia untuk jemaah haji asal Indonesia. 

Dengan diperolehnya mandatori tersebut, Indonesia diprediksi akan mengekspor hingga 500 kontainer portion steak patin per bulan atau setara 1.000 ton. Untuk memenuhi target 1.000 ton portion steak patin per bulan ini dibutuhkan sekitar 1.500 ton patin per bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikan patin
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top