Berhasil Operasikan Unit I, PLTB Tolo Siap Ekspansi untuk Unit II

Setelah berhasil mengoperasikan unit I, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, akan melakukan ekspansi untuk unit II.
Hery Trianto & Ni Putu Eka Wiratmini
Hery Trianto & Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 September 2019  |  17:34 WIB
Berhasil Operasikan Unit I, PLTB Tolo Siap Ekspansi untuk Unit II
Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo berkapasitas 72 megawatt (MW) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat (6/9/2019). Pembangkit ini diharapkan mampu mendukung pemenuhan target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025. - Bisnis/Hery Trianto

Bisnis.com, JENEPONTO — Setelah berhasil mengoperasikan unit I, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, akan melakukan ekspansi untuk unit II.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan selama beroperasi, setelah melakukan commercial operation date (COD) pada 14 Mei 2019, produksi listrik pembangkit tersebut semakin andal. Adapun PLTB Tolo berkapasitas 72 megawatt (MW) telah memproduksi 142,86 MWh listrik selama Desember 2018 hingga Agustus 2019.

Menurutnya, realisasi tersebut membuat ekspansi PLTB Tolo menjanjikan. Namun, ekspansi tersebut perlu didukung oleh sistem storage untuk menyimpan produksi listrik yang dapat digunakan saat tenaga angin berkurang.

PLTB Tolo memiliki 20 wind turbine dengan tinggi tower 133 meter dan panjang bilah atau baling-baling mencapai 64 meter. Masing-masing turbin mampu mengalirkan listrik sebesar 3,6 MW dengan capacity factor (CF) kumulatifnya sebesar 30 persen lebih.

"Sistem yang membantu stabilitas kami sangat menganjurkan untuk ekspansi. Jadi, [produksi listrik] tidak mengalami fluktuasi," katanya saat mengunjungi PLTB Tolo, Jumat (6/9/2019).

Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero) Djoko Rahardjo Abumanan optimistis ekspansi PLTB Tolo unit II akan lebih mudah dilakukan dibandingkan konstruksi unit I. 

Apalagi, PLN sangat mendukung pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) karena energi fosil yang semakin berkurang potensinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementerian esdm, energi terbarukan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top