Pemerintah Pastikan Harga Biodiesel Tak Lebih Mahal dari Solar

Kementerian ESDM memastikan harga jual biodiesel di masyarakat tidak akan lebih mahal dari solar. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 September 2019  |  19:03 WIB
Pemerintah Pastikan Harga Biodiesel Tak Lebih Mahal dari Solar
Ilustrasi bahan bakar Biodiesel B20 - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian ESDM memastikan harga jual biodiesel di masyarakat tidak akan lebih mahal dari solar. 

Adapun dengan penerapan biodiesel 30 persen (B30) pada 2020, serapan penggunaan bahan bakar nabati akan semakin meningkat. Kebutuhan unsur nabati atau fatty acid methyl ester (FAME) untuk B30 diperkirakan mencapai 9,6 juta kiloliter (KL), sedangkan campuran solar akan terus ditekan menjadi 30 juta KL. 

Pemerintah pun telah menyiapkan insentif untuk memastikan tidak ada kenaikan harga jual biodiesel di masyarakat. Contohnya pada 2018, pemerintah menyalurkan insentif melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) senilai Rp5 triliun. 

Saat harga minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil/CPO lebih tinggi dari solar, insentif akan disalurkan untuk menutupi kelebihan harga jual biodiesel dibanding solar. 

Selain itu, saat harga solar tinggi dan CPO rendah, harga jual biodiesel akan mengikuti harga CPO. Begitu pula sebaliknya, saat harga solar rendah dan CPO tinggi, harga biodiesel akan mengikuti harga solar.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan pemerintah mengupayakan agar setidaknya harga biodiesel sama dengan solar. Bahkan, diupayakan agar harga biodiesel selalu lebih murah dari solar. 

"Ini kan harga tidak ada yang tahu mau turun mau naik, tetapi tidak akan pernah lebih mahal dari solar," katanya, Kamis (5/9/2019). 

Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Andrian Feby Misna mengatakan hingga saat ini, harga biodiesel memang masih lebih mahal dibanding solar sehingga insentif masih diterapkan. Sebelumnya, pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 untuk menutupi perbedaan harga tersebut. 

Sejak 2016, pemerintah menutupi selisih harga ini dengan dana dari BPDP-KS. 

"Perkembangannya, dengan insentif ini, memang laju pemanfaatan biodiesel meningkat. 2018 kemarin insentifnya hanya sektor PSO [publik service obligation]. Per September, juga diberikan ke non-PSO, jadi semua sektor dapat insentif," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Biodiesel

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top