Transmisi Jawa Bali Connection 500 kV Ditarget Rampung 2024

Transmisi Jawa Bali Connection 500 kilovolt (kV) dengan menggunakan kabel bawah laut diharapkan mampu rampung pada 2024 setelah semua perizinan maupun lelang pengadaan proyek selesai. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 September 2019  |  09:11 WIB
Transmisi Jawa Bali Connection 500 kV Ditarget Rampung 2024
Teknisi melakukan penggantian kabel listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Surabaya, Kamis (28/9). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA — Transmisi Jawa Bali Connection 500 kilovolt (kV) dengan menggunakan kabel bawah laut diharapkan mampu rampung pada 2024 setelah semua perizinan maupun lelang pengadaan proyek selesai. 

General Manager Bali PT PLN (Persero) Suwarjoni mengatakan saat ini, pihaknya masih menunggu surat dukungan dari Gubernur Bali mengenai pembangunan Jawa Bali Connection (JBC). Selain itu, PLN juga masih menanti keluarnya izin prinsip dari Bupati Jembrana dan Tabanan sebagai daerah yang akan dilewati kabel transmisi tersebut. 

Surat dukungan dari Gubernur maupun izin prinsip sangat diperlukan PLN mengingat selama ini penolakan dari masyarakat mengenai pembangunan JBC menjadi salah satu penghambat. 

"Mudah-mudahan segera bisa keluar [surat dukungan dan izin prinsip], mulai bisa dilanjutkan FS-nya," katanya kepada Bisnis, Rabu (4/9/2019). 

Studi kelayakan transmisi JBC setidaknya membutuhkan waktu 8 sampai 10 bulan. Artinya, dengan keluarnya surat dukungan gubernur dan selesainya FS, maka lelang pengadaan proyek akan bisa dilakukan pada akhir 2020. 

PLN menargetkan lelang proyek JBC akan dilakukan selama 1 tahun atau rampung pada 2021. Setelah itu, konstruksi transmisi akan dapat dilakukan dengan waktu sekitar 2 sampai 3 tahun atau pada 2024 sudah mampu mengalirkan listrik dari Jawa ke Bali dan sebaliknya. 

Saat ini, sistem interkoneksi Jawa-Bali dihubungkan dengan saluran kabel laut tegangan tinggi (SKLTT) 150 kV. Ketika, JBC beroperasi, sistem distribusi kelistrikan Jawa-Bali akan semakin kuat dengan beroperasinya dua transmisi. 

"Nanti sembari menyusun dokumen lelang kita sambil berjalan mulai sosialisasi ke pemangku kepentingan lainnya seperti PHDI [Parisada Hindu Dharma Indonesia], desa adat melalui MUDP [Majelis Utama Desa Pekraman], dan juga stakeholder lain melalui proyek ini," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, listrik

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top