4 Operator Transportasi Komitmen Pakai Kendaraan Listrik, Siapa Saja Mereka?

Komitmen 4 operator transportasi itu disampaikan setelah pemerintah pada saatnya akan meminta pemakaian kendaraan bertenaga listrik dalam jumlah tertentu dibandingkan dengan total jumlah kendaraan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 September 2019  |  08:25 WIB
4 Operator Transportasi Komitmen Pakai Kendaraan Listrik, Siapa Saja Mereka?
Pengemudi mengisi daya taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan setidaknya ada empat operator transportasi yang berkomitmen menggunakan kendaraan bertenaga listrik untuk melayani masyarakat. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa komitmen itu disampaikan setelah pemerintah pada saatnya akan meminta pemakaian kendaraan bertenaga listrik (KBL) dalam jumlah tertentu dibandingkan dengan total jumlah kendaraan milik para operator angkutan umum.

"Kami bicara mengenai kemudahan, kami bicara mengenai fiskal nonfiskal dan sebagainya. Kemenhub mengimbau kepada operator dan baiknya adalah empat operator ini sudah siap dan memiliki beberapa kendaraan listrik," tuturnya, Selasa (3/9/2019).

Budi Karya menyebut keempat operator transportasi yang siap memakai KBL adalah PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Gojek Indonesia, Grab Indonesia, dan PT Blue Bird Tbk.

Lebih lanjut, Menhub memaparkan Blue Bird sudah mengoperasikan 30 unit kendaraan bertenaga listrik, Transjakarta tengah menanti hasil uji tipe kendaraan busnya yang akan keluar dalam waktu dekat, sementara dua aplikator transportasi online sudah mulai melakukan pengadaan KBL seperti sepeda motor listrik.

Menurutnya, Kemenhub memang menargetkan dalam 2 tahun operator transportasi umum sudah memiliki KBL dalam persentase tertentu.

"Suatu saat akan jadi diwajibkan dalam jumlah tertentu, tapi kami kaji karena kami tidak mau juga sektor operasi ini punya masalah karena adanya kewajiban itu," jelasnya.

Dia menegaskan pihaknya akan menimbang, merekam dan memetakan segala permasalahan operator angkutan umum dalam mengimplementasikan KBL.

Dalam 2 tahun mendatang, dia menegaskan proses sosialisasi penggunaan KBL harus selesai. Setelah itu, industri manufaktur sudah harus siap menyediakan kebutuhan volume kendaraan bertenaga listrik yang diklaim ramah lingkungan tersebut.

"Kita sudah bisa membuat industrinya. Setelah kita bisa [memenuhi kebutuhan] untuk kebutuhan lokal, juga bisa ekspor. Pada saat itu Pelabuhan Patimban sudah siap," terangnya.

Menhub tidak ingin berkutat pada masalah yang menghambat implementasi kendaraan listrik, karena bila disusun akan sangat banyak.

Dengan demikian targetnya adalah menjalankan terlebih dahulu amanat Peraturan Presiden (Perpres) No.55/2019 tentang Percepatan Program Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Sembari berjalan segala persoalan itu diurai satu per satu.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, katanya, Kemenhub fokus pada implementasi KBL dalam angkutan massa. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta, Gojek, Grab, Bus Listrik

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top