Konsistensi Penerapan SNI Lindungi Produsen Baja Lokal

Konsistensi penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk di sektor logam dari hulu hingga hilir dinilai menjadi proteksi bagi pelaku usaha dalam negeri.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 04 September 2019  |  19:48 WIB
Konsistensi Penerapan SNI Lindungi Produsen Baja Lokal
Pekerja memotong lempengan baja. - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – Konsistensi penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk di sektor logam dari hulu hingga hilir dinilai menjadi proteksi bagi pelaku usaha dalam negeri.

Ketua The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim mengatakan hal ini perlu menjadi perhatian para pemangku kepentingan di tengah derasnya arus impor produk baja.

“Bagaimana Standar Nasional Indonesia itu bisa menjadi palang pintu yang bisa melindungi juga industri dalam negeri,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (4/9/2019).

Menurutnya, saat ini belum ada konsistensi penerapan SNI di industri logam, dari hulu ke hilir. Dia mencontohkan standar ketebalan, standar lapisan, atau pun juga standar proses sertaunsur yang ada di produk baja tersebut masih berbeda-beda di setiap lini.

Hal ini, katanya, mesti disetarakan untuk menjaga eksistensi produsen baja lokal. “Itu nanti menjaga juga konsistensi atau keberlanjutan dari pembinaan industri di dalam negeri,” ujarnya.

Langkah itu penting dilakukan lantaran impor produk baja sudah terjadi dari hulu ke hilir. Jadi, jelas dia, impor produk itu tidak hanya terjadi untuk produk hulu atau intermediate, tetapi juga hingga produk di hilir, seperti baja ringan untuk atap.

“Maksudnya, sudah semakin luar biasa penyimpangan terhadap HS code. Pelaku penyimpangan terhadap HS code itu sekarang ini sudah sampai ke produk-produk hilir,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri baja

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top