Produksi Alas Kaki dan TPT Bisa Dorong Pertumbuhan Manufaktur

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Muhdori menyatakan pada kebijakan nasional 2020-2024, ada sejumlah target yang harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan pada kisaran 4,8 persen sampai 7,0 persen.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 04 September 2019  |  13:59 WIB
Produksi Alas Kaki dan TPT Bisa Dorong Pertumbuhan Manufaktur
Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Kementerian Perindustrian Muhdori (tengah) bersama Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (kedua kanan) mengamati mesin tekstil, seusai membuka pameran Indo Intertex 2018, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian menyatakan produksi alas kaki dan tekstil dan produk tekstil (TPT) bisa mendorong pertumbuhan industri manufaktur hingga mencapai 7 persen.

Padahal, menurut Badan Pusat Statistik dalam Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Agustus 2019, pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) pada kuartal II/2019 adalah 3,62 persen year-on-year.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Muhdori menyatakan pada kebijakan nasional 2020-2024, ada sejumlah target yang harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan pada kisaran 4,8 persen sampai 7,0 persen.

“Tidak kalah penting adalah wilayah dan fasilitas yang selama ini BI luar biasa dukung 4-5 tahun terakhir khususnya tekstil dan alas kaki, kulit,” ujar Muhdori di Hotel Borobudur, Rabu (4/9/2019).

manufaktur

Dia menjelaskan, terdapat 10 kebijakan yang akan ditempuh Kemenperin untuk 4 tahun ke depan. Penguatan manufaktur itu akan difokuskan pada farmasi, alat kesehatan, tekstil, alas kaki, industri pembangkit, bahan penolong, industri berbasis agro, dan logam biasa.

Dia memerinci, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2020-2024 bisa mencapai kisaran 5,5 persen – 6,1 persen dan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) menyempit hingga 2 persen.

Adapun proyeksi kontribusi PDB sektor manufaktur pada PDB nasional pada 2020-2024 adalah 19,3 persen. Sementara itu, kontribusi ekspor produk manufaktur terhadap total ekspor nasional sampai 2024 diharapkan bisa mencapai 75,9 persen.

Salah satu strategi menggenjot sektor ini yakni mengandalkan sistem digital. Ada lima sektor industri utama mengandalkan digitalisasi yakni; makanan dan minuman, tekstil, otomotif, petrokimia, dan elektronik.

Sementara itu, 10 prioritas nasional sebagai strategi implementasi Making Indonesia 4.0. antara lain; perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, akomodasi standar sustainability, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, peningkatan kualitas SDM, pembentukan ekosistem menerapkan insentif investasi teknologi, harmonisasi aturan dan kebijakan.

Badan Pusat Statistik melalui Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Agustus 2019, pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) kuartal II/2019 naik sebesar 3,62% (yoy) dari kuartal II/2018.

Sementara itu, Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) mencatat pertumbuhan produksi IMK kuartal II/2019 naik sebesar 5,52% (yoy) dari kuartal II/2018. Dibandingkan kuartal I/2019 naik 6,88%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top