Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dukung Kendaraan Listrik, PLN Pasang SPKLU Fast Charging di 4 Kota Besar

PT PLN (Persero) menyatakan telah memiliki 7.000 charging station atau stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di 3.000 daerah di Indonesia yang bisa digunakan untuk menyuplai daya kendaraan listrik. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 03 September 2019  |  13:25 WIB
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto W.S. (kanan) mencoba sensasi menggunakan kendaraan listrik yang digunakan Tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional di PLN UID Jakarta Raya, Selasa (3/9/2019) - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto W.S. (kanan) mencoba sensasi menggunakan kendaraan listrik yang digunakan Tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional di PLN UID Jakarta Raya, Selasa (3/9/2019) - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) menyatakan telah memiliki 7.000 charging station atau stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di 3.000 daerah di Indonesia yang bisa digunakan untuk menyuplai daya kendaraan listrik. 

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto W.S. mengatakan sebagai persiapan semakin masifnya kendaraan listrik di Indonesia, perseroan juga mulai mengembangkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) fast charging dengan daya 50 kW untuk meningkatkan kecepatan pengisian daya kendaraan listrik. Sebagai permulaan, ada empat daerah yang akan dipasang fast charging station, yakni Surabaya, Bali, Bandung, dan Jakarta dengan jumlah masing-masing satu unit. 

Khusus, untuk wilayah Jakarta, PLN akan memasang tiga fast charging dan satu ultra fast charging dengan daya mencapai 120 kW-150kW. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan perseroan dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden (perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan, yang menugaskan PLN untuk menyediakan listrik bagi kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai. 

Menurutnya, kehadiran fast charging akan mendorong masifnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, pengadaan charging station tersebut masih dalam rangka showcase ke masyarakat dan tidak menutup kemungkinan berkembang menjadi bisnis yang dikelola pihak swasta. 

"Kita pasang sampai Oktober. Nanti ada beberapa showcase, kemudian nanti kita kembangkan skema bisnis dengan pihak ketiga dalam mengembangkan fast charging seperti bisnis pompa bensin," katanya saat penyelenggaraan Finish Tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional di PLN UID Jakarta Raya, Selasa (3/9/2019). 

Penasihat Tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional Nur Yuniarto mengatakan selama melakukan rally, tidak banyak kesulitan ditemui. Begitu juga dengan pengisian daya kendaraan yang terbilang cukup mudah karena setiap kantor PLN yang dilewati tim jambore, yakni Surabaya hingga Jakarta, memiliki fasilitas charging station

Selain melakukan rally Surabaya - Jakarta, sejumlah kendaraan listrik yang dibuat tim juga telah mengelilingi seluruh daerah Indonesia. Hampir seluruh daerah menyediakan fasilitas pengisian daya, hanya saja, untuk daerah terpencil, pihaknya sempat menemui sejumlah kendala berupa tegangan listrik yang masih rendah dari daya yang seharusnya dibutuhkan kendaraan.

"Seluruh pelosok Indonesia siap, tetapi kemarin agak lama karena ada daerah yang tegangannya tidak sampai 220 volt, cuma 180 volt. Mungkin ini butuh strategi dari PLN supaya dibangun lebih banyak gardu induk, jadi tegangan rata," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN Mobil Listrik
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top