Krakatau Steel Produksi Baja Komersial Perdana dari Blast Furnace

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. melakukan produksi perdana baja gulungan canai panas (hot rolled coil/HRC) dari pabrik peleburan baja terbarunya blast furnace.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 03 September 2019  |  06:18 WIB
Krakatau Steel Produksi Baja Komersial Perdana dari Blast Furnace
ilustrasi. - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. melakukan produksi perdana baja gulungan canai panas (hot rolled coil/HRC) dari pabrik peleburan baja terbarunya blast furnace. Produksi perdana tersebut bertepatan dengan ulang tahun ke-49 perusahaan.

HRC yang diproduksi di fasilitas hot strip mill ini memiliki kualitas free good atau prime, sehingga memenuhi spesifikasi baja komersial. Sebanyak lima buah slab baja telah di-rolling di HSM ini dengan tebal 4 mm dan lebar 1200 mm serta panjang 11.600 mm. Total beratnya adalah 22,9 ton untuk masing-masing HRC.

Sebelumnya, hasil produk dari Blast Furnace yang berupa hot metal atau baja cair ini dibawa ke pabrik slab baja (Slab Steel Plant) milik perseroan untuk dilakukan pencetakan (casting) menjadi slab baja. Pabrik slab baja ini juga berperan untuk mengatur komposisi kimia dari suatu produk baja, sehingga memenuhi kualifikasi untuk penggunaan baja tertentu yang diinginkan.

“Dengan menggunakan input-an baja cair dari Blast Furnace, kami mampu menurunkan konsumsi penggunaan listrik dan elektroda. Konsumsi listrik bisa kami turunkan hingga sekitar 30%,” ujar Silmy Karim, Direktur Utama Krakatau Steel, dalam keterangan resmi, Senin (2/9/2019).

Silmy mengatakan penurunan listrik ini dikarenakan pabrik slab baja menerima material sudah dalam bentuk baja cair panas, sehingga peleburan baja menjadi lebih sedikit. Energi untuk pemanasan hanya digunakan untuk mempersiapkan tungku yang sudah diisi besi sponge dan scrap atau besi tua untuk menerima baja cair panas dari blast furnace.

Saat ini, emiten dengan kode saham KRAS tersebut sedang melakukan evaluasi untuk menguji kehandalan dan efisiensi pengoperasian blast furnace.

“Dalam setiap penugasan, saya selalu mendorong penyelesaian masalah-masalah yang ada, terutama masalah yang menahun. Oleh karena itu manajemen Krakatau Steel saat ini berkomitmen untuk menyelesaikan setiap proyek dan permasalahan yang dihadapi, dan penyelesaian proyek blast furnace ini adalah bagian dari upaya yang dilakukan manajemen saat ini guna menyelesaikan  proyek yang seharusnya sudah selesai," katanya.

Dengan telah diproduksinya baja slab dan HRC yang bersumber dari blast furnace akan mendorong perseroan untuk menghasilkan produk high value added yang dimulai dari produksi di area hulu. Hal ini berdampak pada peningkatan daya saing perseroan.

"Harapannya produk baja kualitas kami dapat berkompetisi dengan baik, dengan catatan iklim tata niaga baja yang sehat dapat diciptakan di pasar dalam negeri," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
krakatau steel

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top