Tak Ingin Seperti Forever 21, Peritel Fesyen Harus Serba Cepat

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengubah konsep penjualan menjadi ritel berbasis fast fashion dengan memperpendek rentang waktu peluncuran produk baru.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  19:43 WIB
Tak Ingin Seperti Forever 21, Peritel Fesyen Harus Serba Cepat
Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2019 menggelar pertunjukan mode atau fashion show di dalam kereta LRT Jakarta sebagai fashion preview. - JFFF2019

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri ritel segmen fesyen perlu mengubah pola penjualan agar tak berakhir seperti Forever 21 Inc. yang dikabarkan akan mengajukan pailit.

Menurut Staf Ahli Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Yongky Susilo, peritel fesyen harus tanggap terhadap perubahan perilaku konsumen dewasa ini.

"Perkembangan teknologi membuat konsumen ingin semuanya serbacepat," katanya kepada Bisnis.com, Kamis (29/8/2019).

Selain merambah platform dagang elektronik (e-commerce), peritel fesyen diminta untuk merespons cepat keinginan konsumen atau perubahan mode. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengubah konsep penjualan menjadi ritel berbasis fast fashion dengan memperpendek rentang waktu peluncuran produk baru.

"Respons cepat, desain cepat, produksi cepat, jualan cepat. Belajar dari [gerai ritel] Zara, sangat cepat, akhirnya produk yang tidak terjual hanya sedikit, kurang dari 10%," ujar Yongky.

Zara diketahui mampu menghasilkan produk baru dalam waktu yg singkat. Produk baru Zara hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hari mulai dari proses desain, produksi, dan distribusi ke gerai-gerainya. Waktu tersebut jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan peritel fesyen lainnya yang rata-rata memerlukan waktu hingga 6 bulan.

Industri ritel fesyen tengah menjadi sorotan setelah peritel fesyen asal AS, Forever 21 mempersiapkan pengajuan pailit menyusul adanya kesulitan keuangan dan memudarnya harapan penyelamatan perusahaan.

Dilansir Bloomberg dari sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, perusahaan telah melakukan pembicaraan untuk mencari pembiayaan tambahan dan bekerja dengan tim penasihat dalam upaya restrukturisasi utang, tetapi negosiasi dengan calon pemberi pinjaman terhenti.

Forever 21 diketahui memiliki tiga gerai di Indonesia yang berada di pusat perbelanjaan papan atas di Jakarta, yakni Grand Indonesia Mall, Mall Taman Anggrek, dan Lippo Mall Puri. Ketiga gerai tersebut dikelola oleh PT Fashion Studio Indonesia, anak usaha Sharaf Group yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top