ASyFI : Net Ekspor Industri TPT Terus Menipis

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (ASyFI) menyatakan potensi perubahan status industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri menjadi net importir semakin besar pada tahun ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  14:18 WIB
ASyFI : Net Ekspor Industri TPT Terus Menipis
ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (ASyFI) menyatakan potensi perubahan status industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri menjadi net importir semakin besar pada tahun ini.

“Karena kami sinyalir banyak barang impor yang under invoice. Data dari trade map selalu ada perbedaan dengan BPS [Badan Pusat Statistik],” ujar Sekretaris Jenderal ASyFI Redma Wirawasta kepada Bisnis belum lama ini.

Dia mengatakan skenario terbaik nilai net ekspor industri TPT pada akhir tahun ini adalah kembali melorot 21,87% menjadi US$2,5 miliar.

Berdasarkan data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), performa nilai ekspor industri TPT terus meningkat sejak 2016 sekitar 5%-6%. Namun, net ekspor industri TPT terus menipis sejak 2015. Adapun, nilai net ekspor industri TPT pada tahun lalu terkoreksi 14,22% menjadi US$3,2 miliar.

Penipisan nilai net ekspor tersebut disebabkan oleh tren impor industri TPT yang terus meningkat setiap tahunnya. Adapun, nilai impor pada tahun lalu tumbuh 13,86% menjadi US$10,02 miliar.

Redma menjelaskan data ekspor TPT China ke Indonesia pada 2018 lebih besar US$1 miliar dari data impor Indonesia dari China. Dia menduga perbedaan tersebut juga terjadi di beberapa negara lainnya seperti India, Vietnam, dan Thailand.

Menurutnya, penghentian impor TPT penting diterapkan mengingat produsen lokal sama sekali belum dapat mengeluarkan stok produksi. Jika penghentian impor dikabulkan selama 3 bulan, katanya, stok pabrikan lokal baru dapat keluar dari gudang-gudang industri.

“Kalau tidak disetop dalam 6 bulan ke depan akan banyak perusahaan yang gugur,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal API Ernovian G. Ismy mengatakan pertumbuhan ekspor TPT pada Januari—Juli tidak serta-merta menjadi sinyal positif bagi industri TPT. Ernovian khawatir walaupun industri garmen mencatatkan performa positif, neraca industri tekstil yang selama ini melaju di zona merah dapat membuat net ekspor industri TPT justru menipis. Dia berharap para pemangku kepentingan tetap waspada dengan kondisi industri tekstil lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri tpt

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top