PIBC Gelontor Tambahan Stok Beras 40.000 Ton dari Sulsel, Ada Apa?

PT Food Station Tjipinang Jaya, pengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), menambah pasokan beras sebanyak 40.000 ton dari Sulawesi Selatan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  18:18 WIB
PIBC Gelontor Tambahan Stok Beras 40.000 Ton dari Sulsel, Ada Apa?
Pekerja memikul karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Food Station Tjipinang Jaya, pengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), menambah pasokan beras sebanyak 40.000 ton untuk mengantisipasi kekurangan stok pada musim kemarau tahun ini.

Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, 40.000 ton beras tersebut didatangkan dari Sulawesi Selatan yang saat ini sedang mengalami masa panen.

“Sedang didatangkan secara bertahap, beberapa peti kemas sudah masuk ke PIBC, di sana masih panen sampai awal bulan depan,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (27/8/2019).

Langkah tersebut diambil lantaran Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

BMKG memprediksi musim hujan yang biasa dimulai pada Oktober kemungkinan mundur sampai dengan 30 hari. Hal tersebut tentu memicu kekeringan yang akan mengancam produksi beras di Tanah Air.

“Kami mengambil langkah antisipatif jauh-jauh hari, kami tidak ingin ada kekurangan stok yang tentu akan menimbulkan gejolak harga, kami punya early warning system,” kata Arief.

Berdasarkan data Pusat Informasi Pasar PIBC, stok beras di PIBC per 26 Agustus 2019 sebanyak 56.480 ton. Angka tersebut masih berada di atas ambang batas aman 43.000 ton.  Stok beras tersebut didominasi oleh beras premium.

“Biasanya nanti beras medium itu akan kekurangan. Oleh karena itu, kami meminta agar program Kegiatan Operasi Pasar Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) dari Kementerian Perdagangan bisa segera digelar,” ujar Arief.

Perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta ini telah  mengajukan penyaluran 100.000 ton beras lewat program Operasi Pasar KPSH sampai dengan Maret 2020. Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan beras harian di DKI Jakarta yang mencapai 3.000 ton per hari bisa terpenuh

Lebih lanjut, Arief menjelaskan, pasokan beras yang masuk ke PIBC sampai saat ini masih aman walaupun pasokan dari sejumlah daerah mulai terhenti setelah memasuki musim kemarau.

Pasokan beras yang masuk ke PIBC setiap harinya berada di kisaran 2.000—2.500 ton. Namun, khusus untuk hari Senin  pasokan yang masuk bisa melonjak sampai dengan 5.000 ton.

Sementara itu, Ketua Umum Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan, musim panen gadu hingga saat ini masih berlangsung di beberapa daerah sentra produksi beras.

“Panen gadu masih berlangsung walaupun sudah melewati puncaknya. Tetapi, sebagian besar sentra produksi, terutama di Jawa sudah mulai terhenti produksinya akibat musim kemarau,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Andreas hasil panen kali ini secara keseluruhan hasilnya tak lebih baik dibandingkan musim panen sebelumnya. Terdapat penurunan luas lahan yang dipanen sebesar 500.000 Ha akibat gagal panen atau puso.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Beras, pangan, cipinang, Stok Beras, pasar induk beras cipinang, Food Station Tjipinang

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top